Realitapublik.id – Hati-hati dan terkesan tertutup. Menjelang pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 yang tinggal menghitung hari, kesiapan kontingen Kota Pasuruan justru masih diselimuti misteri.
Ajang olahraga pelajar bergengsi tingkat provinsi ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 11 November 2026 di Surabaya dan Ngawi. Namun, di saat daerah lain gencar mematangkan persiapan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pasuruan terkesan ‘enggan’ membuka data ke publik.
Kontras dengan Kota Pasuruan, daerah lain telah mengumumkan kesiapan penuh mereka. Kabupaten Trenggalek, misalnya, secara resmi telah melepas 126 atlet dari 16 cabang olahraga (cabor) untuk bertanding di POPDA XV.
Sikap bungkam Disporapar Kota Pasuruan terlihat saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (27/10/2026). Upaya untuk mendapatkan rinci data, mulai dari jumlah atlet yang diturunkan, cabor yang diikuti, besaran alokasi anggaran, hingga target capaian medali tidak membuah hasil dan belum direspons.
Tatap muka dan permohonan penjelasan yang dilayangkan kepada Kepala Disporapar Kota Pasuruan maupun jajaran KONI Kota Pasuruan hingga berita ini diturunkan masih belum membuahkan jawaban.
Sikap tertutup ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, POPDA bukan sekadar ajang unjuk kebolehan atlet pelajar, melainkan agenda resmi daerah yang dibiayai menggunakan anggaran negara (APBD). Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik sudah sepatutnya dibuka terang-benderang.
Hingga saat ini, awak media masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Disporapar maupun KONI Kota Pasuruan guna memberikan kejelasan kepada publik dan masyarakat. ($)






