LAMPUNG UTARA, realitapublik.id — Perhelatan akbar Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) dan Gladian Pimpinan Sangga (Dianpinsat) Kwartir Cabang (Kwarcab) Lampung Utara Tahun 2026 resmi dibuka di lapangan Desa Bandar Abung, Kecamatan Abung Surakarta, Jumat (9/10/2026).
Kedatangan Bupati Lampung Utara, H. Hamartoni Ahadis, bersama rombongan di lokasi perkemahan disambut dengan nuansa adat Lampung yang kental dan penuh makna. Setibanya di desa, dua pendekar muda bersarung tapis menampilkan atraksi silat di tengah jalan diiringi sorak meriah warga. Rombongan Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, serta Ketua DPRD kemudian berjalan di bawah payung adat berwarna kuning dan putih, didampingi para tetua adat mengenakan busana batik Lampung dan peci.
Bupati Hamartoni mengaku sangat terharu atas penyambutan istimewa tersebut. Ia menilai hal itu menunjukkan bahwa Desa Bandar Abung merupakan wilayah yang senantiasa menjaga adat istiadat dan kekompakan warganya.
“Saya sangat terharu. Disambut dengan silat, dengan payung adat, dengan senyum warga. Ini menandakan Bandar Abung adalah desa yang masih sangat menjaga adat dan kekompakannya. Luar biasa,” ungkap Bupati Hamartoni.
Ia turut memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Bandar Abung, Edi Purnomo, S.E., serta seluruh masyarakat yang bergotong royong menyiapkan lokasi kegiatan dengan penuh keikhlasan.
Dalam arahannya, Bupati menjelaskan bahwa kegiatan Dianpinru dan Dianpinsat bertujuan untuk mencetak pemimpin-pemimpin muda di tingkat regu dan sangga yang memiliki kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta jiwa keteladanan.
“Manfaatnya besar sekali. Di sini adik-adik tidak hanya belajar baris-berbaris, tapi belajar memimpin, belajar mandiri, belajar mengambil keputusan. Ini kawah candradimuka untuk membentuk karakter generasi penerus yang berkarakter,” tegasnya.
Kepada ribuan peserta yang memadati lapangan, Bupati berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara bersungguh-sungguh, menjaga kesehatan, serta menjaga kekompakan tim. Ia juga menitipkan pesan kepada warga Desa Bandar Abung agar melindungi dan memperlakukan ribuan peserta layaknya anak sendiri selama tiga hari pelaksanaan perkemahan.
“Harapan saya, dari tanah Bandar Abung yang penuh adat dan kekompakan ini, akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Lampung Utara yang berkarakter, berprestasi, dan tetap mencintai budaya Lampung,” pungkasnya.
Acara pembukaan secara resmi ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Bupati kepada perwakilan anggota Pramuka, disaksikan oleh ribuan peserta serta warga setempat. (*/Rody Sandra)






