SAMPANG, realitapublik.id — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sampang melayangkan kritik tajam terhadap sikap sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Daerah Pemilihan (Dapil) Madura yang tidak hadir menemui delegasi BEM Madura Raya dalam agenda penyampaian aspirasi masyarakat.
Mahasiswa menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar agenda kunjungan kelembagaan rutin. Delegasi mahasiswa membawa berbagai keresahan mendasar masyarakat Madura yang meliputi persoalan kemiskinan, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, perbaikan infrastruktur, serta berbagai kendala pembangunan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan konkret.
Selain menyayangkan ketidakhadiran para wakil rakyat, BEM Sampang menolak secara tegas jawaban yang disampaikan oleh perwakilan DPRD Jawa Timur yang menerima audiensi. Tanggapan tersebut dinilai belum menunjukkan komitmen yang jelas, konkret, dan terukur dalam mengatasi substansi persoalan kemiskinan serta ketimpangan pembangunan di Madura.
Mandat politik yang diberikan masyarakat Madura kepada para legislator bukan sekadar untuk menduduki kursi lembaga legislatif, melainkan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya secara nyata.
BEM Sampang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memastikan setiap persoalan masyarakat tidak berhenti di ruang audiensi semata. Perjuangan mahasiswa dinilai sebagai bentuk dharma bakti kepada masyarakat untuk menghadirkan perubahan yang berpihak pada kebutuhan rakyat Madura. (*)
Editor : Red






