Labuhanbatu realitapublik.id – Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Revolusi Aktivis Mahasiswa (GERAM) Labuhanbatu Raya menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Dinas Pertanian dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu, Selasa (4/2/2025).
Aksi ini menyoroti adanya dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan negara dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 dengan total senilai 400 juta untuk proyek pembangunan lumbung pangan di Desa Teluk Sentosa, Kecamatan Panai Hulu.
Dalam orasi, salah satu orator GERAM menyatakan meminta untuk pertanggungjawaban atas proyek pekerjaan oleh Kelompok Tani Mekar Sari yakni; Revitalisasi fasilitas dan sarana pendukung sebesar 250 juta rupiah dan pembangunan lumbung pangan sebesar 150 juta rupiah.
“Kami minta Kelompok Tani Mekar Sari mempertanggungjawabkan proyek pekerjaan revitalisasi fasilitas dan sarana pendukung senilai 250 juta dan juga pembangunan lumbung pangan senilai 150 juta,” lantangnya.
Menurut GERAM, realisasi proyek yang dinilai tidak sesuai spesifikasi ataupun jauh dari harapan hingga memunculkan indikasi penyimpangan anggaran DAK. GERAM juga menuding Dinas Pertanian Labuhanbatu tidak transparan karena mengabaikan permohonan keterbukaan informasi publik.
“Proyek Dinas Pertanian enggan transparan, ada apa dengan Dinas. Kalau memang pekerjaan itu sesuai kenapa tidak merespon surat kami,” ujar salah satu pendemo pada awak media.
Dalam aksinya, GERAM menyampaikan lima tuntutan tegas kepada Kepala Dinas yakni;
– Kepala Dinas Pertanian harus memberikan klarifikasi terbuka atas dugaan korupsi proyek DAK 2024 di Desa Teluk Sentosa.
– Transparansi penggunaan DAK 2024 untuk pembangunan lumbung pangan di seluruh Labuhanbatu.
– Publikasi softcopy Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) proyek dari Kelompok Tani Mekar Sari.
– Pemanggilan dan pemeriksaan Kepala Dinas Pertanian oleh Kejari Labuhanbatu terkait dugaan penyimpangan anggaran.
– Ketua Kelompok Tani Mekar Sari harus diperiksa atas dugaan keterlibatan dalam proyek senilai Rp400 juta.
Saat aksi berlangsung di Kantor Dinas Pertanian, Kepala Dinas sempat menemui massa dan mengajak berdialog di dalam kantor. Namun, mahasiswa menolak dan menuntut klarifikasi terbuka di hadapan publik dan media.
Setelah itu, GERAM melanjutkan aksi menuju Kantor Kejari Labuhanbatu yang ditemui oleh perwakilan Kejari Poldung memberi apresiasi dan akan mengusulkan diskusi lebih lanjut untuk membahas kasus ini secara mendalam.
“Kita apresiasi terhadap kritik Mahasiswa dan berjanji akan mengkaji tuntutan GERAM,” ujarnya.
GERAM menegaskan, bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini dan jika tuntutan tidak ditindaklanjuti, mereka berjanji akan mengerahkan massa yang lebih besar untuk menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara.
Penulis : Jepril
Editor : Red







