Mahasiswa Demo Dinas Pertanian dan Kejari Labuhanbatu Perihal DAK 2024

- Jurnalis

Jumat, 7 Februari 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Labuhanbatu realitapublik.id – Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Revolusi Aktivis Mahasiswa (GERAM) Labuhanbatu Raya menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Dinas Pertanian dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu, Selasa (4/2/2025).

Aksi ini menyoroti adanya dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan negara dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 dengan total senilai 400 juta untuk proyek pembangunan lumbung pangan di Desa Teluk Sentosa, Kecamatan Panai Hulu.

Dalam orasi, salah satu orator GERAM menyatakan meminta untuk pertanggungjawaban atas proyek pekerjaan oleh Kelompok Tani Mekar Sari yakni; Revitalisasi fasilitas dan sarana pendukung sebesar 250 juta rupiah dan pembangunan lumbung pangan sebesar 150 juta rupiah.

Baca Juga :  Buntut Video Cambuk Viral di KPPG Bogor, Badan Gizi Nasional Copot Jabatan Korwil Purwakarta

“Kami minta Kelompok Tani Mekar Sari mempertanggungjawabkan proyek pekerjaan revitalisasi fasilitas dan sarana pendukung senilai 250 juta dan juga pembangunan lumbung pangan senilai 150 juta,” lantangnya.

Menurut GERAM, realisasi proyek yang dinilai tidak sesuai spesifikasi ataupun jauh dari harapan hingga memunculkan indikasi penyimpangan anggaran DAK. GERAM juga menuding Dinas Pertanian Labuhanbatu tidak transparan karena mengabaikan permohonan keterbukaan informasi publik.

“Proyek Dinas Pertanian enggan transparan, ada apa dengan Dinas. Kalau memang pekerjaan itu sesuai kenapa tidak merespon surat kami,” ujar salah satu pendemo pada awak media.

Baca Juga :  Titipan Tahanan Kasus Korupsi Dana KONI Masuk Lapas Kelas IIB Pasuruan, Kejaksaan Pastikan Proses Hukum Berlanjut

Dalam aksinya, GERAM menyampaikan lima tuntutan tegas kepada Kepala Dinas yakni;

– Kepala Dinas Pertanian harus memberikan klarifikasi terbuka atas dugaan korupsi proyek DAK 2024 di Desa Teluk Sentosa.

– Transparansi penggunaan DAK 2024 untuk pembangunan lumbung pangan di seluruh Labuhanbatu.

– Publikasi softcopy Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) proyek dari Kelompok Tani Mekar Sari.

– Pemanggilan dan pemeriksaan Kepala Dinas Pertanian oleh Kejari Labuhanbatu terkait dugaan penyimpangan anggaran.

– Ketua Kelompok Tani Mekar Sari harus diperiksa atas dugaan keterlibatan dalam proyek senilai Rp400 juta.

Saat aksi berlangsung di Kantor Dinas Pertanian, Kepala Dinas sempat menemui massa dan mengajak berdialog di dalam kantor. Namun, mahasiswa menolak dan menuntut klarifikasi terbuka di hadapan publik dan media.

Baca Juga :  Babak Baru Pemerintahan Desa Selomukti: Dari Masa Transisi Menuju Kades Definitif

Setelah itu, GERAM melanjutkan aksi menuju Kantor Kejari Labuhanbatu yang ditemui oleh perwakilan Kejari Poldung memberi apresiasi dan akan mengusulkan diskusi lebih lanjut untuk membahas kasus ini secara mendalam.

“Kita apresiasi terhadap kritik Mahasiswa dan berjanji akan mengkaji tuntutan GERAM,” ujarnya.

GERAM menegaskan, bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini dan jika tuntutan tidak ditindaklanjuti, mereka berjanji akan mengerahkan massa yang lebih besar untuk menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara.

 

Penulis : Jepril

Editor : Red

Berita Terkait

Titipan Tahanan Kasus Korupsi Dana KONI Masuk Lapas Kelas IIB Pasuruan, Kejaksaan Pastikan Proses Hukum Berlanjut
Skandal Dana Hibah KONI Kota Pasuruan 2023–2025: Negara Rugi Ratusan Juta, Ketua Umum dan Bendahara Resmi Ditahan
Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai
Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri
Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Titipan Tahanan Kasus Korupsi Dana KONI Masuk Lapas Kelas IIB Pasuruan, Kejaksaan Pastikan Proses Hukum Berlanjut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Skandal Dana Hibah KONI Kota Pasuruan 2023–2025: Negara Rugi Ratusan Juta, Ketua Umum dan Bendahara Resmi Ditahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Berita Terbaru