Pria Dituduh Mencuri Celana Dalam Wanita, Babak Belur di Massa Warga

- Jurnalis

Minggu, 9 Februari 2025 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA PASURUAN realitapublik.id – Seorang warga inisial A (32) dituduh mencuri celana dalam wanita hingga babak belur di massa oleh puluhan warga yang merupakan masih satu Kelurahan hanya beda RT yang beralamat di Pohjentrek, Kota Pasuruan. Sabtu malam (8/2/25)

Menurut informasi yang didapatkan awak media dari beberapa Narsum, akibat seringnya terjadi kehilangan celana dalam wanita di wilayah warga sekitar hingga warga kerap melakukan ronda dimalam hari.

Sekira pukul 21:00 WIB, beberapa warga yang sedang melihat A yang tak jauh dari rumahnya sedang berada di pinggir sungai kecil yang merupakan pembatas antar RT. Warga RT sebelah yang curiga dan diduga langsung menuduh A akan melakukan pencurian.

Baca Juga :  Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Merasa bingung dan ketakutan, A pun berlari. Sontak, warga langsung mengejar dan meneriaki A yang berdampak hingga warga yang mendengar berhamburan keluar ikut mengejar sambil meneriaki juga. Tak sampai jauh, A pun tertangkap dan langsung dihajar beramai-ramai.

Beruntungnya,  pada saat pengeroyokan terjadi meskipun sudah beberapa menit Moudreix selaku RT dari A bersama salah satu pihak keluarga korban melihat dan berusaha melerai agar warga kelurahan RT sebelah berhenti melakukan tindakan anarkis dengan main hakim sendiri.

Akibatnya, A mengalami luka parah di sekujur tubuh lebam dan berdarah dengan robek di bagian kepala, tangan, punggung kaki dan jari kaki sehingga dilarikan ke RSUD Soedarso Purut guna mendapatkan perawatan dan visum.

Baca Juga :  Diduga Tak Berizin dan Bahayakan Publik, AMKI Desak Satpol PP Angkut Videotron PT Netlink World Indonesia

Saat melerai amukan massa ini, terjadi bersitegang antara Moudreix dengan para pelaku pengeroyok hingga saling dorong dan mendapatkan lontaran-lontaran perkataan kasar serta hampir ikut di massa juga.

“Saya berusaha melerai agar tidak terjadi main hakim sendiri dan ingin tau apa sebab dari pengeroyokan massa ini. Tapi malah mendapatkan kata-kata kasar dan hampir dikeroyok juga, sedangkan beberapa dari mereka juga kenal dan melihat perkaranya cuma di duga mencuri celana dalam,” ujar Moudreix.

Lebih lanjut, Moudreix dan Saiful ketua LSM M-Bara beserta pihak keluarga korban langsung menuju Polres Pasuruan Kota guna melaporkan atas perbuatan semena-mena dengan main hakim sendiri yang dilakukan kepada A akan dikawal sampai keranah hukum.

Baca Juga :  Permudah Usulan Bansos, Pemkec Suboh Fasilitasi Layanan Portal Perlinsos di Mojodungkol

“Kita akan melakukan pendampingan kepada korban dengan melapor dan minta bantuan pengacara agar korban mendapatkan keadilan sesuai hukum, korban mengatakan mengenali beberapa dari pelaku penganiayaan dan ada beberapa saksi yang mengenali para pelaku pemukulan dan mereka yang kami laporkan,” ungkap Saiful.

Ia juga mengecam keras sebuah tindakan anarkis yang semena-mena dilakukan secara masal, berpotensi besar melukai korban hingga dapat menghilangkan nyawa seseorang.

“Kami mengecam keras tindakan ini, sebab perbuatan yang dilakukan secara massa, besar kemungkinan dapat menghilangkan nyawa seseorang, perbuatan yang dilakukan jika tanpa ada bukti secara konkret dan faktual jangan sampai melakukan perbuatan main hakim sendiri itu melanggar hukum,”tegas ketua M-Bara.

Penulis : ©

Editor : Saichu

Berita Terkait

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai
Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri
Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Berita ini 666 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Berita Terbaru