LABUHANBATU, realitapublik.id – Amos P Sohombing, aktivis dari sebuah organisasi mahasiswa di Kabupaten Labuhanbatu mengapresiasi langkah Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita, Sp.O.G., M.K.M.
Bupati yang dikenal humble dengan masyarakat itu menolak pengadaan mobil dinas (mobdin) baru Bupati senilai 2,3 Miliar dan lebih memilih untuk mengalokasikan anggaran mobil dinas itu untuk pembelian mobil angkutan sampah.
“Itu adalah bentuk kebijakan pro rakyat, sebab beliau bukan sekedar menolak, tapi mengalihkan anggaran mobil dinas itu untuk pembelian angkutan sampah.
Menurut Sekjen DPC GMNI Kabupaten Labuhanbatu Periode 2021-2023 ini, sikap Hj.Maya menolak mobil dinas dan memilih tetap memakai mobil yang ada untuk aktifitas kerja bukan bentuk pencitraan, justru itu adalah bentuk komitmen konkret kebijakan berpihak kepada masyarakat
Amos menilai Hj Maya adalah kepala daerah yang peka terhadap kondisi masyarakat karena melepas hak mobil dinas yang melekat pada dirinya untuk kemudian dialihkan untuk kepentingan kebersihan lingkungan yang bertahun-tahun jadi persoalan.
“Hj Maya pemimpin yang memberi contoh hidup sederhana, sekaligus secara empiris mengimplementasikan instruksi Presiden Prabowo untuk melakukan efisiensi anggaran.
Ditambahkannya, bahwa Bupati Labuhanbatu telah memberi contoh langsung pola hidup sederhana dan tidak tergoda dengan mobil dinas mewah bupati, justru memilih menggunakan mobil dinas sekelas camat. “Mudah-mudahan diikuti oleh aparatur di bawahnya,” ujar Amos.
Penulis : Jepril Harefa
Editor : Abdul Hakim







