Kota Pasuruan, realitapublik.id — Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kelurahan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (23/8/25), berlangsung meriah dan penuh warna. Mulai dari tampilan seni budaya, dari pakaian adat hingga seni tarian dan para pahlawan pejuang 45.
Namun yang paling menyita perhatian warga adalah kemunculan boneka raksasa berbentuk “tikus berdasi” yang dibawa oleh sekelompok peserta karnaval.
Boneka tersebut menjadi simbol sindiran terhadap praktik korupsi yang kerap dikaitkan dengan pejabat yang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Kehadiran “tikus berdasi” tidak hanya mengundang tawa dan sorak penonton, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang kuat di tengah perayaan kemerdekaan.
Salma, salah satu anggota karnaval dari kelompok yang menampilkan kostum tikus berdasi, mengungkapkan alasan kelompoknya mengusung tema tersebut.
“Saya Bu Salma, S1 lulusan dari Jombang. Ya, karena sekarang banyak tikus-tikus berdasi, korupsi itu ada korbannya. Jadi ini sebagai simbol korupsi yang berdasi,” ujarnya.
Salah seorang penonton, Enggan disebutkan namanya, menilai penampilan tersebut sangat menarik dan penuh makna.
“Lucu tapi ngena sekali. Tikus berdasi ini mengingatkan kita bahwa korupsi itu nyata dan harus diberantas. Semoga pesan ini bisa sampai ke pejabat-pejabat,” katanya.
Melalui simbol tersebut, masyarakat berharap generasi muda semakin sadar akan bahaya korupsi yang dapat merugikan bangsa. Karnaval ini sekaligus menjadi ruang ekspresi warga untuk menyuarakan kritik sosial dengan cara yang kreatif dan menghibur.
Penulis : Koko
Editor : Chu






