Pekalongan Membara: Aspirasi yang Tumpah Jadi Ledakan Sosial

- Jurnalis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA PEKALONGAN realitapublik.id – Aksi solidaritas yang semula diniatkan untuk mengenang dan mendukung perjuangan driver ojek online (ojol) di Kota Pekalongan, Sabtu (30/8), bertransformasi menjadi sebuah ledakan sosial spontan. Ratusan massa yang berkumpul di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan sejak pagi, berubah dari kerumunan damai menjadi kericuhan besar yang melibatkan bentrokan dengan aparat keamanan, perusakan fasilitas publik, hingga pembakaran gedung.

 

Api amarah yang awalnya menyala dalam bentuk solidaritas, menjalar tanpa kendali. Pos Satpol PP di kompleks kantor DPRD sekaligus kantor Wali Kota menjadi sasaran pertama. Tak hanya dirusak, pos tersebut dibakar hingga api merambat ke bagian gedung utama DPRD. Ledakan petasan bersahutan dengan gas air mata, menciptakan suasana mencekam di jantung pemerintahan Kota Batik. Jalan menuju gedung DPRD pun ditutup total.

Baca Juga :  HUT ke-62 Provinsi Lampung: Wabup Nadirsyah Paparkan Transformasi Ekonomi dan Capaian Prestisius

Ironisnya, dari ratusan massa yang hadir, hanya segelintir yang benar-benar berasal dari komunitas ojol. Sebagian besar justru adalah remaja, banyak di antaranya masih mengenakan seragam sekolah SMP dan SMA. Bahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, tidak sedikit yang ternyata hanya menyamar dengan seragam pelajar meski bukan siswa. Fakta ini memperkuat gambaran bahwa aksi tersebut sama sekali tidak terkoordinasi, melainkan lahir dari arus emosional yang liar.

Baca Juga :  Ribuan Mancing Mania Padati Pantai Cemoro Sewu, Perebutkan Piala Walikota Pekalongan Cup II 2026

 

Kerusuhan pun meninggalkan jejak yang berat. Gedung DPRD, simbol aspirasi rakyat, kini porak-poranda. Kota yang mestinya menjadi ruang dialog justru dipaksa menghadapi luka kolektif akibat amarah yang meledak tanpa arah.

 

Fenomena ini, oleh sejumlah pengamat sosial, dapat dibaca sebagai ledakan sosial spontan—yakni situasi ketika akumulasi emosi masyarakat, terutama generasi muda, dipicu oleh viralitas media sosial dan minimnya edukasi politik. Tanpa koordinator, tanpa arah tuntutan, massa bergerak semata atas dorongan solidaritas instan yang akhirnya kehilangan kendali.

Aksi di Pekalongan menjadi alarm keras bahwa demokrasi jalanan yang tidak terdidik justru rentan melahirkan anarki. Pelajar yang mestinya menjadi generasi penerus bangsa, terjebak dalam lingkaran kekerasan dan penjarahan. Polisi pun tidak luput dari sasaran amuk massa, memperlihatkan retaknya hubungan antara aparat dan warga.

Baca Juga :  Konflik Limbah Memanas: Aktivitas PT Surya Intan Tapioka Dihentikan Paksa Usai Demo Susulan Warga Dua Kabupaten

 

Apa yang tersisa dari aksi ini bukan sekadar kerugian materiil, tetapi juga luka sosial yang dalam. Kota yang selama ini dikenal damai dan religius, dipaksa menyaksikan bagaimana generasi mudanya kehilangan arah.

 

Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang salah, melainkan bagaimana kita mengubah solidaritas instan menjadi kesadaran kolektif. Sebab tanpa itu, bangsa ini akan terus hidup di bawah bayang-bayang ledakan sosial yang setiap saat bisa berulang.

Penulis : M. Izul Faqih

Editor : Red

Berita Terkait

Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal
Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan
Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar
Gempur Rokok Ilegal: Wali Kota Semarang Musnahkan 7,3 Juta Batang Rokok, Selamatkan Negara Rp 7,6 Miliar
Tinjau Lahan Hibah, Bupati Tubaba Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat Bersama Unila
Wakil Bupati Tubaba Hadiri Peresmian Kantor ASSA Tour, Dorong Penguatan Layanan Ibadah Umrah dan Haji
Wakil Bupati Lampung Utara Sambangi Keluarga Korban Kebakaran
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:01 WIB

Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal

Kamis, 16 April 2026 - 18:55 WIB

Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan

Kamis, 16 April 2026 - 16:12 WIB

Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik

Kamis, 16 April 2026 - 14:53 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

Kamis, 16 April 2026 - 04:05 WIB

Tinjau Lahan Hibah, Bupati Tubaba Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat Bersama Unila

Kamis, 16 April 2026 - 04:03 WIB

Wakil Bupati Tubaba Hadiri Peresmian Kantor ASSA Tour, Dorong Penguatan Layanan Ibadah Umrah dan Haji

Kamis, 16 April 2026 - 04:00 WIB

Wakil Bupati Lampung Utara Sambangi Keluarga Korban Kebakaran

Kamis, 16 April 2026 - 03:57 WIB

Bank Syariah Kotabumi Jadi BUMD Terbaik di Lampung, Bupati Lampung Utara Raih Penghargaan TOP Pembina

Berita Terbaru