Sorotan dari Audiensi LPK Barata dengan Komisi I DPRD Kota Pasuruan Terkait Pelayanan RSUD Soedarsono

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irfan bersama para dedengkot LPK Barata

i

Irfan bersama para dedengkot LPK Barata

KOTA PASURUAN 1 September 2025 realitapublik.id – Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Barata melakukan audiensi dengan Komisi I DPRD Kota Pasuruan terkait dugaan berbagai masalah di RSUD dr. R. Soedarsono. Dalam pertemuan ini, LPK Barata meminta adanya keterbukaan dan perbaikan dari pihak rumah sakit, khususnya terkait pelayanan dan manajemen sumber daya manusia (SDM).

 

Irfan, Ketua LPK Barata, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kinerja RSUD dr. Soedarsono yang dinilai bobrok. Menurutnya, sudah bertahun-tahun keluhan masyarakat tidak terselesaikan, padahal para pegawai digaji oleh rakyat. Ia menyoroti beberapa poin utama:

 

Pelayanan yang Buruk: Banyak aduan tentang pelayanan yang tebang pilih, di mana pasien dari kalangan pejabat atau yang memiliki “orang dalam” mendapat perlakuan istimewa, sementara masyarakat biasa terabaikan. Irfan menyebut pelayanan di UGD dan poli sangat lambat, bahkan hingga berjam-jam.

Baca Juga :  Bersihkan Jalur Ciapus dari Bangunan Liar Jadi Kado HUT ke-81 RI di Tamansari Bogor

 

Rekrutmen Karyawan: LPK Barata menduga ada praktik “titipan” dalam proses perekrutan karyawan. Mereka menuntut transparansi nilai dan prosedur rekrutmen. Selain itu, ada keluhan dari karyawan sendiri mengenai sistem kerja yang tidak sesuai standar.

 

Manajemen Anggaran: Terdapat keluhan terkait pembagian dana insentif COVID-19 yang tidak merata, terutama bagi pegawai honorer.

Anggota DPRD Komisi 1 Kota Pasuruan

Anggota Komisi I DPRD Kota Pasuruan, diwakili oleh Deddy Cahyo, Yanuar, dan Junaidi, mendukung tuntutan LPK Barata. Mereka mengakui bahwa keluhan terkait RSUD dr. Soedarsono sudah sering masuk ke meja dewan.

 

Deddy Cahyo mendorong LPK Barata untuk membuka semua permasalahan agar dewan bisa memberikan peringatan. Ia juga menyoroti ironi jika BPJS sampai memotong gaji karyawan untuk menutupi klaim, yang menunjukkan buruknya manajemen keuangan.

 

Yanuar Priambada menambahkan bahwa meskipun fasilitas fisik RS sudah bagus, permasalahan utama memang terletak pada SDM.

Baca Juga :  Mengawal Estafet Kepemimpinan: LSM Pejuang 24 Kokohkan Kemitraan dengan Polres Pekalongan Kota

 

Junaidi mendesak pihak rumah sakit untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik tanpa memandang status sosial pasien. Ia juga berkomitmen untuk menindaklanjuti tuntutan tentang antrean panjang dan dana COVID-19 yang tidak merata.

Dirut RSUD Soedarsono, Burhan didampingi staf

Direktur RSUD dr. Soedarsono, Burhan, menanggapi berbagai keluhan tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti.

Terkait SDM: Burhan menyatakan bahwa perekrutan karyawan sudah melalui mekanisme resmi, termasuk lowongan di Instagram, tes tulis, dan tes kesehatan.

 

Terkait Dana COVID-19: Ia menjelaskan bahwa dana tersebut diberikan kepada karyawan yang aktif sesuai Perwali Tahun 2020 Pasal 3.

 

Terkait Kritik Publik: Burhan mengakui adanya banyak komentar negatif dari warganet dan akan menjadikannya sebagai catatan untuk perbaikan.

 

Namun, jawaban ini dinilai ambigu dan tidak memuaskan oleh ketua LPK Barata dan beberapa anggota dewan. Audensi berakhir tanpa solusi konkret, dan pihak LPK Barata menyatakan akan melanjutkan aduan ini ke pemerintah pusat jika tidak ada perbaikan.

Baca Juga :  Daftar Pilkati Pulung Kencana, Petahana Hendrawan Naiki Edet dan Diiringi Reog Ponorogo

 

Senada, Badrus merasa jawaban dari pihak manajemen RSUD selama ini bersifat normatif dan tidak memberikan solusi nyata. Ia bahkan menegaskan bahwa Direktur RSUD dr. Soedarsono, Burhan, “tidak layak” menjabat.

 

Imam juga menyatakan keprihatinannya atas kondisi ini dan menilai jawaban dari pihak rumah sakit terlalu normatif. Ia juga menyoroti masalah mutu pelayanan dalam investigasi nya menemukan pekerja rumah sakit yang di sinyalir lulusan SMA melakukan penanganan medis.

“Lulusan SMA umumnya tidak bisa langsung melakukan penanganan medis di rumah sakit, karena posisi tersebut memerlukan pendidikan dan lisensi profesional yang lebih tinggi seperti D3, D4, atau S1 Keperawatan dan kesehatan terkait,” tutupnya.

Penulis : Chu

Editor : Red

Berita Terkait

Lewat Program “Peduli Kasih”, DPD Golkar Tubaba Hadir Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran
Kantongi SHGB Sah, PT PMC Klarifikasi Sengketa Lahan di Tamansari Bogor
Pertama Kali dalam Sejarah, 10 Marga Pesisir Barat Bakal Unjuk Gigi di Festival Nyambai 2026
Atasi Kendala Nelayan, Pemkab Batang Rencanakan Pengadaan Kapal Keruk Baru di APBD-P 2026
Anjloknya Harga Telur, Ratusan Peternak di Batang Gelar Aksi Damai dan Bagikan 500 Ayam
Cara Mengubah Desil DTSEN Agar Bansos BPNT, PKH, PIP, dan Beras 10 Kg Cair Agustus 2026
Polda Aceh Bongkar Jaringan Narkotika Modus Vape, 50 Ribu Ekstasi dan Sabu Disita
Niat Tulus Majukan Desa, Jiono Resmi Calonkan Diri Sebagai Kepala Tiyuh Daya Sakti
Berita ini 413 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Lewat Program “Peduli Kasih”, DPD Golkar Tubaba Hadir Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Kantongi SHGB Sah, PT PMC Klarifikasi Sengketa Lahan di Tamansari Bogor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pertama Kali dalam Sejarah, 10 Marga Pesisir Barat Bakal Unjuk Gigi di Festival Nyambai 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Atasi Kendala Nelayan, Pemkab Batang Rencanakan Pengadaan Kapal Keruk Baru di APBD-P 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Cara Mengubah Desil DTSEN Agar Bansos BPNT, PKH, PIP, dan Beras 10 Kg Cair Agustus 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Polda Aceh Bongkar Jaringan Narkotika Modus Vape, 50 Ribu Ekstasi dan Sabu Disita

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Niat Tulus Majukan Desa, Jiono Resmi Calonkan Diri Sebagai Kepala Tiyuh Daya Sakti

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Proyek Irigasi P3TGAI di Desa Bandar Sakti Dinilai Asal Jadi, Ketua P3A Diduga Hindari Konfirmasi Media

Berita Terbaru