Dugaan Gratifikasi Penebangan Beringin Singosari: Kepentingan Komersial Picu Polemik

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG realitapublik.id — Penebangan paksa pohon beringin tua di Jalan Raya Mondoroko, Singosari, Kabupaten Malang, tepatnya di depan SPBU, memicu kecurigaan publik dan dugaan kuat adanya gratifikasi demi kepentingan proyek komersial pribadi. Peristiwa ini dinilai tidak didasarkan pada alasan keamanan, melainkan untuk memuluskan akses pembangunan properti.

 

Dugaan utama menyebutkan penebangan aset negara milik Pemerintah Provinsi ini bertujuan untuk membuka akses masuk ke lahan di belakang lokasi yang diisukan akan dibangun ruko atau perumahan.

 

Kecurigaan ini semakin kuat setelah lokasi bekas pohon segera dicor semen dan dipasang patok. Tindakan tersebut secara jelas mengindikasikan adanya rencana pembangunan jembatan atau akses masuk properti pribadi.

Baca Juga :  Sertijab Kapolsek Tulang Bawang Tengah, Kapolres Tubaba Tekankan Komitmen Presisi

 

Klaim bahwa pohon ditebang karena faktor keamanan dibantah keras oleh warga sekitar, yang menegaskan pohon beringin tersebut masih kokoh dan sehat.

 

Seorang perantara teknis mengakui bahwa proses penebangan tidak melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dilakukan atas permintaan langsung dari pihak owner bernama Bu Roshi dari Surabaya.

 

Hal ini menunjukkan inisiatif berasal dari kepentingan bisnis murni. Bahkan, biaya penebangan disebut berasal dari uang pribadi pengusaha, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga :  Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

 

Hingga kini, Bu Roshi menolak memberikan klarifikasi rinci kepada media dan menyatakan akan melakukan pertemuan resmi setelah berkoordinasi.

 

Selain itu, penelusuran media di lokasi memunculkan dugaan bahwa rencana pembangunan akses jalan pribadi tersebut berada di atas tanah yang masih bersengketa, menambah masalah pada legalitas proyek.

 

Menyikapi polemik ini, Kantor Hukum Yustitia Indonesia (KHYI) Malang menyatakan kesiapan untuk membawa kasus ini ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Baca Juga :  Merasa Dirugikan Pemberitaan Sepihak, Pemilik Tambang Sebalong Siapkan Langkah Hukum

 

“Jika terbukti ada pelanggaran prosedur dan indikasi kepentingan bisnis, termasuk gratifikasi di balik penebangan, siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum,” tegas Presiden Direktur KHYI, KRA Dwi Indrotito Cahyono SH. M.M.

 

Masyarakat dan media kini menantikan klarifikasi resmi dan pasti, terutama dari pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali yang disebut telah mengeluarkan izin persetujuan, mengenai dasar hukum dan motif sebenarnya di balik penebangan pohon beringin bersejarah ini.

Penulis : Bil

Editor : Red

Berita Terkait

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila
Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung
Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi
Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka
Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian
Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual
Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito
Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:52 WIB

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIB

Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WIB

Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 17:14 WIB

Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian

Selasa, 3 November 2026 - 13:36 WIB

Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual

Senin, 2 November 2026 - 14:22 WIB

Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito

Senin, 2 November 2026 - 12:33 WIB

Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK

Berita Terbaru