MALANG realitapublik.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur mengecam keras penebangan satu pohon Beringin berusia ratusan tahun di tepi Jalan Raya Mondoroko, Singosari, Kabupaten Malang. Penebangan ini menjadi sorotan karena pohon yang diklaim masih sehat itu ditebang dengan alasan mengganggu lalu lintas dan merusak drainase.
Tindakan penebangan ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, yang kemudian disikapi tegas oleh Walhi Jatim. Purnawan D Negara, Dewan Walhi Jawa Timur, menilai pemerintah daerah (Pemda) kembali mengabaikan seruan kehati-hatian dalam mengelola ruang hijau.
Ia mengingatkan, kasus serupa pernah terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, di mana puluhan pohon ditebang tanpa ada realisasi janji penanaman pohon pengganti.
“Waktu itu Pemerintah berjanji akan menanam pohon pengganti setelah pelebaran jalan, tapi sampai hari ini janji itu tidak pernah terealisasi. Kasus di Singosari ini jangan-jangan bernasib sama, ditebang tanpa kejelasan,” ujar Purnawan kepada awak media.
Menurut Purnawan, setiap penebangan pohon harusnya dilakukan secara transparan. Pemerintah wajib membuat berita acara resmi dan menjelaskan tindak lanjut kepada masyarakat, sebab pohon di tepi jalan adalah bagian dari ruang terbuka hijau yang memiliki nilai ekologis, sosial, hingga ekonomi.
“Pohon itu bukan sekadar batang kayu, ia aset publik, dibeli dengan uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. Kalau tiba-tiba ditebang tanpa alasan yang jelas, masyarakat wajar curiga. Jangan ada kesan praktik koruptif hanya karena kayu dianggap punya nilai jual,” tegasnya.
Walhi juga menekankan, jika alasan penebangan adalah keselamatan, seharusnya Pemda memilih langkah pemangkasan (perempesan), bukan langsung mematikan pohon. Tindakan ini dianggap melanggar prinsip perlindungan ruang terbuka hijau.
Purnawan menegaskan, Walhi siap menempuh jalur hukum bila pemerintah tidak mampu memberikan jawaban yang memadai dan transparan.
“Kami punya mandat sebagai wali lingkungan. Kalau penebangan dilakukan hanya untuk kepentingan sempit, apalagi menyimpan indikasi koruptif tentu harus dilawan,” tutupnya.
Hingga kini, publik masih menanti kejelasan alasan resmi di balik penebangan beringin tua di Singosari, yang selama puluhan tahun telah menjadi simbol dan peneduh di wajah jalan raya tersebut.
Penulis : Bil
Editor : Red







