LAPURA realitapublik.id – Revitalisasi Pasar Dekon Kotabumi yang saat ini masih berlangsung menuai sorotan. Sebagian material bangunan pasar yang dibongkar, ambruk dan menimpa sejumlah kios penampungan sementara pedagang. Beruntung, insiden yang terjadi pada Senin malam (06/10/2025) sekitar pukul 21.05 WIB ini tidak ada korban jiwa.
Sorotan terhadap ambruknya material bangunan di Pasar Dekon, datang dari sejumlah kalangan. Salah satunya, Ketua Aliansi Pedagang Pasar Kotabumi (AP2KB), Budi Chartawan.
Menurutnya, insiden ambruknya material bangunan pasar itu menunjukkan lemahnya pengawasan dan penataan proyek. “Seharusnya dalam pengerjaan revitalisasi ini dapat menjamin keamanan dan keselamatan para pedagang yang mencari nafkah di sekitar lokasi revitalisasi,” ujarnya.
Budi mengatakan, insiden ini adalah bukti nyata dari kelalaian dalam perencanaan dan penempatan kios sementara yang sejak awal sudah ditolak para pedagang.
“Sejak awal kami sudah ingatkan, lokasi penampungan ini tidak layak. Kami minta di bekas gedung Ramayana, tapi tidak ditanggapi. Akhirnya kami dipaksa di sini, dan benar saja, kejadian seperti ini terulang lagi,” kata Budi menambahkan.
Pantauan pasca insiden, sejumlah pekerja terlihat sibuk membersihkan tumpukan material yang menimpa deretan kios pedagang. Material bangunan itu menimpa belasan kios penampungan sementara yang ditempati oleh para pedagang.
Beberapa pedagang mengaku hanya bisa pasrah melihat tempat usahanya porak-poranda. Namun insiden ambruknya material bangunan pasar ini telah membuat para pedagang khawatir akan keselamatannya.
Dampaknya, mereka para pedagang ada yang menolak untuk kembali menempati lokasi penampungan sementara tersebut.
“Kami tidak mau di sini lagi. Ini bukan tempat aman, orang mau belanja pun takut lewat. Kalau sudah begini, siapa yang mau tanggung jawab?” tegas Meri, salah satu pedagang yang kiosnya ikut terdampak.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara, Hendri, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebutkan, dari sekitar 50 kios penampungan yang berdiri di jalur itu, sekitar 15 kios tertimpa material bangunan.
“Tidak ada korban jiwa dan sejauh ini belum ada laporan kerugian dari pedagang,” kata Hendri.(*)
Penulis: Rody Sandra
Editor : Abdul Hakim







