Heboh! Kuitansi Seragam Rp970 Ribu di Batang, Disdikbud Tegaskan Hanya Difasilitasi Lewat Koperasi

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

BATANG, realitapublik.id — Dunia pendidikan di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, mendadak diguncang isu miring. Sebuah dokumen kuitansi pembayaran tertanggal 29 Juni 2026 beredar luas dan memicu perbincangan hangat sekaligus tanda tanya besar di kalangan masyarakat setempat.

 

Kuitansi bertanda tangan tersebut menunjukkan penarikan nominal uang sebesar Rp970.000 dengan keterangan singkat: “seragam sekolah”.

 

Sontak hal ini memicu polemik publik. Pasalnya, penarikan dana hampir sejuta rupiah itu muncul justru di tengah gencarnya kampanye Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mengenai program pemberian satu setel seragam gratis untuk siswa baru kelas VII SMP melalui dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tahun ajaran 2026/2027.

Baca Juga :  Peringkat Atas Tak Lolos, Hasil Seleksi Atlet Catur PPLPD Kabupaten PALI Menuai Polemik 

 

Menanggapi isu penarikan dana seragam yang berkembang di SMP Negeri 2 Batang tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro, akhirnya angkat bicara guna memberikan klarifikasi resmi.

 

Bambang meluruskan bahwa pihak sekolah sama sekali tidak melakukan pungutan liar (pungli) ataupun pemaksaan. Menurutnya, langkah tersebut diambil murni untuk menjembatani kebutuhan logistik para wali murid.

 

“Pertama, seragam batik, olahraga, serta pramuka memang dibeli oleh orang tua siswa. Kedua, untuk atribut atau badge sekolah juga dibeli sendiri,” jelas Bambang Suryantoro saat dikonfirmasi pada Kamis (2/7/2026).

Baca Juga :  Kunjungi Exit Tol Situbondo, Wapres Gibran Pacu Percepatan Investasi Koridor Jatim

 

Lebih lanjut, Bambang menerangkan bahwa bantuan pengadaan dari pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran, yaitu hanya mencakup satu setel seragam nasional utama. Sementara itu, perlengkapan penunjang aktivitas sekolah lainnya belum dapat terakomodasi di dalam struktur anggaran BOSDA.

 

Oleh karena itu, pihak sekolah berupaya mengambil peran agar tidak terjadi kesenjangan penampilan antar-siswa di lingkungan sekolah.

 

“Sekolah hanya memfasilitasi agar tidak terjadi perbedaan seragam antar-siswa melalui koperasi sekolah, dan pembayarannya pun bisa diangsur,” tambahnya.

 

Melalui wadah koperasi, sekolah berupaya menjaga agar kualitas materi dan model seragam penunjang tetap seragam, sekaligus memberikan kelonggaran skema pembayaran bagi orang tua yang ingin mencicil biayanya.

Baca Juga :  Situbondo Dilanda Rentetan Bencana, Rumah Ambruk, Rob hingga Pohon Tumbang

 

Kendati Disdikbud Kabupaten Batang telah menjabarkan duduk perkaranya, sebagian publik menilai rincian detail komponen di balik kuitansi Rp970.000 tersebut masih perlu dibuka secara lebih transparan demi menghindari prasangka.

 

Mengingat anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, instansi pendidikan sudah sepatutnya mengedepankan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemudahan siswa. Publik berharap sekolah konsisten menghindari segala bentuk penarikan biaya yang membebani di luar regulasi, agar tidak menjadi momok yang mencoreng citra dunia pendidikan.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

LSM HARIMAU Bakal Bangun RS Harapan Rakyat Indonesia Maju di Banjarnegara, Fokus Pelayanan Masyarakat Kecil
Abaikan Palang Pintu, Seorang Warga Batang Tewas Tertemper Kereta Api Kamandaka
Tulus Majukan Tiyuh Marga Asri, Susilo Widodo Mantap Mantapkan Diri Maju Pilkati
Polres Pekalongan Kota Ungkap Motif Penusukan Maut di Kuripan Kertoharjo, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara
23 PCNU Jawa Tengah Usung Gus Yusuf Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35
Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia
Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global
Silaturahmi Tokoh Budaya Pasuruan: Perkuat Persatuan dan Dorong Pelestarian Kearifan Lokal
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 18:06 WIB

LSM HARIMAU Bakal Bangun RS Harapan Rakyat Indonesia Maju di Banjarnegara, Fokus Pelayanan Masyarakat Kecil

Senin, 20 Juli 2026 - 17:27 WIB

Abaikan Palang Pintu, Seorang Warga Batang Tewas Tertemper Kereta Api Kamandaka

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Tulus Majukan Tiyuh Marga Asri, Susilo Widodo Mantap Mantapkan Diri Maju Pilkati

Senin, 20 Juli 2026 - 16:38 WIB

Polres Pekalongan Kota Ungkap Motif Penusukan Maut di Kuripan Kertoharjo, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Senin, 20 Juli 2026 - 11:05 WIB

23 PCNU Jawa Tengah Usung Gus Yusuf Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:20 WIB

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIB

Menteri Agama RI Resmikan STAI Aisyah binti Abu Bakar, Kampus Khusus Muslimah Berstandar Global

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:31 WIB

Silaturahmi Tokoh Budaya Pasuruan: Perkuat Persatuan dan Dorong Pelestarian Kearifan Lokal

Berita Terbaru