Bupati Indramayu Gelontorkan Hibah Rp13 Miliar untuk Kesejahteraan Guru Madrasah

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, realitapublik.id — Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelontorkan dana hibah sebesar Rp13 miliar yang dialokasikan khusus untuk meningkatkan kesejahteraan 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Indramayu. Melalui kebijakan Bupati Lucky Hakim ini, masing-masing guru madrasah non-ASN akan menerima tunjangan sebesar Rp300.000 per bulan.

 

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendongkrak kualitas pendidikan keagamaan yang dibarengi dengan upaya nyata peningkatan kesejahteraan para tenaga pendidiknya.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu, Iin Indrayati, saat membuka kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-Alun Indramayu.

Baca Juga :  Didesak Utang Judi Online, Pria di Pasuruan Bantai dan Bakar Kerabatnya yang Masih Pelajar

“Bapak Bupati Lucky Hakim berkomitmen penuh meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Indramayu. Salah satu upaya konkretnya adalah dengan terus memperhatikan kesejahteraan 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ujar Iin.

Iin menambahkan, pembinaan terhadap guru MDT yang berhimpun dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, melainkan juga lewat pemberian motivasi yang berkesinambungan agar iklim belajar mengajar di madrasah tetap adaptif, semangat, dan membawa keberkahan.

Merespons kebijakan tersebut, Ketua DPC FKDT sekaligus Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Aspuri, memberikan apresiasi tinggi atas perhatian besar yang ditunjukkan oleh kepala daerah.

Menurut Aspuri, saat ini tercatat ada lebih dari 992 MDT di Indramayu. Dari total guru yang ada, sebanyak 3.611 guru berhak menerima dana insentif dari APBD ini, sementara guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak termasuk dalam daftar penerima.

Baca Juga :  Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

“Pemberian hibah insentif ini merupakan bukti nyata bahwa kepala daerah sangat peduli pada nasib guru madrasah. Kami berharap hal ini berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan anak-anak,” kata Aspuri.

Apresiasi senada juga datang dari Wakil Sekjen DPP FKDT, Akhmad Sururi. Ia mengungkapkan bahwa alokasi anggaran hibah untuk guru madrasah di Kabupaten Indramayu ini merupakan yang terbesar di wilayah Jawa Barat, bahkan kemungkinan juga di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Kaya Sejarah Lisan, Desa Curahsuri Jatibanteng Rawat Kisah Para Tokoh Pembabat Alas

“Di kabupaten atau kota lain, anggaran hibah untuk FKDT biasanya berada di kisaran Rp10 miliar. Namun di Indramayu bisa menembus hingga Rp13 miliar. Ini capaian tertinggi yang patut diacungi jempol,” jelas Sururi.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat melalui Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ahmad Syukri, menegaskan pentingnya eksistensi MDT sebagai lembaga pendidikan nonformal pembentuk karakter dan ketakwaan generasi muda.

“Dana hibah yang sangat besar dari APBD Indramayu ini tentu menjadi suntikan semangat baru bagi para guru madrasah untuk terus mencerdaskan santri-santrinya sekaligus memajukan dunia pendidikan di Indramayu,” pungkas Ahmad Syukri

Penulis : Ros

Editor : Red

Berita Terkait

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa
Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi
Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 
Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses
Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu
Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS
Permudah Usulan Bansos, Pemkec Suboh Fasilitasi Layanan Portal Perlinsos di Mojodungkol
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Permudah Usulan Bansos, Pemkec Suboh Fasilitasi Layanan Portal Perlinsos di Mojodungkol

Berita Terbaru