INDRAMAYU, realitapublik.id — Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelontorkan dana hibah sebesar Rp13 miliar yang dialokasikan khusus untuk meningkatkan kesejahteraan 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Indramayu. Melalui kebijakan Bupati Lucky Hakim ini, masing-masing guru madrasah non-ASN akan menerima tunjangan sebesar Rp300.000 per bulan.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendongkrak kualitas pendidikan keagamaan yang dibarengi dengan upaya nyata peningkatan kesejahteraan para tenaga pendidiknya.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu, Iin Indrayati, saat membuka kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-Alun Indramayu.
“Bapak Bupati Lucky Hakim berkomitmen penuh meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Indramayu. Salah satu upaya konkretnya adalah dengan terus memperhatikan kesejahteraan 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ujar Iin.
Iin menambahkan, pembinaan terhadap guru MDT yang berhimpun dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, melainkan juga lewat pemberian motivasi yang berkesinambungan agar iklim belajar mengajar di madrasah tetap adaptif, semangat, dan membawa keberkahan.
Merespons kebijakan tersebut, Ketua DPC FKDT sekaligus Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Aspuri, memberikan apresiasi tinggi atas perhatian besar yang ditunjukkan oleh kepala daerah.
Menurut Aspuri, saat ini tercatat ada lebih dari 992 MDT di Indramayu. Dari total guru yang ada, sebanyak 3.611 guru berhak menerima dana insentif dari APBD ini, sementara guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak termasuk dalam daftar penerima.
“Pemberian hibah insentif ini merupakan bukti nyata bahwa kepala daerah sangat peduli pada nasib guru madrasah. Kami berharap hal ini berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan anak-anak,” kata Aspuri.
Apresiasi senada juga datang dari Wakil Sekjen DPP FKDT, Akhmad Sururi. Ia mengungkapkan bahwa alokasi anggaran hibah untuk guru madrasah di Kabupaten Indramayu ini merupakan yang terbesar di wilayah Jawa Barat, bahkan kemungkinan juga di Jawa Tengah.
“Di kabupaten atau kota lain, anggaran hibah untuk FKDT biasanya berada di kisaran Rp10 miliar. Namun di Indramayu bisa menembus hingga Rp13 miliar. Ini capaian tertinggi yang patut diacungi jempol,” jelas Sururi.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat melalui Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ahmad Syukri, menegaskan pentingnya eksistensi MDT sebagai lembaga pendidikan nonformal pembentuk karakter dan ketakwaan generasi muda.
“Dana hibah yang sangat besar dari APBD Indramayu ini tentu menjadi suntikan semangat baru bagi para guru madrasah untuk terus mencerdaskan santri-santrinya sekaligus memajukan dunia pendidikan di Indramayu,” pungkas Ahmad Syukri
Penulis : Ros
Editor : Red







