BATANG realitapublik.id – Pemerintah Kabupaten Batang secara tegas melakukan pembongkaran terhadap warung remang-remang di sepanjang Jalan Pantura Alas Roban, Kamis (23/10/2025).
Warung-warung yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung, karaoke, dan peredaran minuman beralkohol tersebut diratakan oleh tim gabungan tanpa perlawanan dari pemilik warung.
Pembongkaran ini melibatkan ratusan personel gabungan, terdiri dari 50 aparat Satpol PP, 55 personel Polres Batang, 15 personel Kodim 0736/Batang, 11 personel Polhut Perhutani, 5 personel PLN, 2 personel PDAM, dan berbagai institusi lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satpol PP Batang, Haryono, menjelaskan bahwa sasaran pembongkaran kali ini adalah 21 warung yang masih berdiri di Desa Sembung, Penundan, dan Banaran, Kecamatan Banyuputih. “Selain itu, aparat juga meratakan sisa-sisa material bangunan yang sudah dibongkar sebelumnya,” ujar Haryono.
Proses penertiban diawali dengan pemutusan aliran listrik oleh petugas PLN pada warung yang menjadi target. Selanjutnya, alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk merobohkan bangunan setelah dipastikan isinya kosong dan tidak ada barang-barang berharga di dalamnya.
Secara rinci, 21 bangunan yang dirobohkan tersebar di dua desa: Desa Sembung: 7 bangunan (3 di utara jalan dan 4 di selatan jalan) dan Desa Penundan: 14 bangunan.
Sementara itu, untuk Desa Banaran, Haryono menuturkan bahwa semua bangunan sudah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. “Untuk yang di Desa Banaran, semua bangunan sudah dibongkar mandiri, hanya meninggalkan beberapa material tersisa,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Batang, Bibet Wiwia Reno, menambahkan bahwa dari hasil pembongkaran, petugas mengamankan delapan unit Kwh meter PLN dan tujuh saluran PDAM yang sudah ditindaklanjuti oleh masing-masing instansi.
Haryono menambahkan, sisa-sisa material rencananya akan dibersihkan melalui kegiatan kerja bakti bersama jajaran aparat Kecamatan Banyuputih dan pihak desa, demi menjaga keamanan dan ketertiban warga sekitar.
“Kegiatan penertiban berjalan aman dan kondusif. Satpol PP akan memonitor kondisi lokasi pasca pembongkaran,” tutup Bibet.
Penulis : Fery Eka S
Editor : Red






