KOTA PASURUAN, realitapublik.id – Pemerintah Kota Pasuruan kembali menggelar acara tahunan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025. Ribuan warga Pasuruan tumpah ruah memeriahkan Jalan Sehat Sarungan yang digelar secara gratis untuk umum pada Minggu pagi (26/10/2025), dimulai pukul 06.00 WIB.
Acara yang dipusatkan di GOR Untung Suropati ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, Wakil Wali Kota Pasuruan, H. M. Nawawi, serta Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. M. Toyib. Turut hadir pula tokoh-tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU), seperti Rois Syuriah PCNU Kota Pasuruan, KH Abdul Khalik Mas’ud, dan Ketua PCNU Kota Pasuruan, H.M. Nailur Rochman.
Rute jalan sehat dimulai dari GOR Untung Suropati, melewati Jalan Dr. Wahidin, Slagah, Hayam Wuruk, Panglima Sudirman, Margo Utomo, Jalan Manggis Raya, Jalan Sukun, dan kembali berakhir di GOR Untung Suropati.
Selain berolahraga, peserta dimanjakan dengan hadiah-hadiah menarik. Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp 1 juta untuk Lembaga Banom atau peserta dengan kostum terunik. Sementara itu, doorprize utama berupa satu unit motor matik, sepeda listrik, sepeda gunung, almari, kulkas, kipas angin, dan puluhan hadiah lainnya disiapkan untuk diundi.

Acara semakin meriah dengan penampilan seni budaya, termasuk penampilan dari Zavin El Madinah, atraksi Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, serta seni Singo Barong dari Pencak Silat Kuntu Mancilan yang dibawakan oleh putra-putri asuhan Nuril Hidayati.
Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. M. Toyib, menyampaikan apresiasinya kepada PCNU Kota Pasuruan atas rutinitas acara ini. Ia menilai kegiatan ini sangat luar biasa karena mampu meningkatkan kesehatan fisik dan spiritual, sejalan dengan kultur masyarakat Pasuruan yang agamis.
“Sebagai bentuk cinta kita terhadap kota santri, masyarakat Kota Pasuruan sangat antusias mengikuti event peringatan Hari Santri, yaitu Jalan Sehat Sarungan,” ujarnya kepada awak media.
Senada, Nuril Hidayati, pemangku Pencak Kuntu Mancilan, mengungkapkan bahwa acara peringatan Hari Santri ini juga menjadi momen untuk mengenang para guru yang telah mendidik dan memberikan ilmu.
“Ilmu yang diperoleh dapat kita amalkan di dunia dan menjadikan tuntunan kita agar menjadi lebih bertakwa serta menjadi penahan dari sesuatu yang dilarang oleh agama,” pungkas Nuril.
Penulis : Indri






