Bahaya! Sungai Sono Batang Tercemar Pekat,Tingkat Kekeruhan Melampaui 25 Kali Batas Normal

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Sono Kandeman Batang tercemar 25 kali lipat dari ambang batas, Bupati Faiz ancam sanksi tegas ke PT Sukorintex dan dua perusahaan lain (Foto: Fery Eka S realitapublik.id)

i

Sungai Sono Kandeman Batang tercemar 25 kali lipat dari ambang batas, Bupati Faiz ancam sanksi tegas ke PT Sukorintex dan dua perusahaan lain (Foto: Fery Eka S realitapublik.id)

BATANG realitapublik.id – Kondisi Sungai Sono di Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, kini mendadak menjadi sorotan publik setelah airnya berubah warna menjadi pekat, diduga kuat akibat pencemaran limbah industri. Sungai ini merupakan salah satu sumber air vital yang bermuara ke Pantai Sigandu.

 

Bupati Batang, Faiz Kurniawan, turun langsung meninjau lokasi pencemaran pada Senin (27/10/2025). Hasil temuan di lapangan menunjukkan tingkat pencemaran yang parah dan dicurigai berasal dari aktivitas industri sekitar, salah satunya PT Sukorejo Indah Textile (PT Sukorintex).

Baca Juga :  HUT Ke-62 Golkar, DPD II Tubaba Menyatu dengan Warga Lewat Kegiatan Sosial

 

Bupati Faiz Kurniawan mengungkapkan kekecewaannya melihat kondisi aliran sungai yang tampak hitam kecokelatan.

“Coba kita lihat, apakah ini masih layak disebut sungai? Warnanya sudah sangat pekat,” ujar Bupati Faiz Kurniawan.

 

Menurut Bupati, hasil pengujian sementara menunjukkan tingkat kekeruhan air di Sungai Sono telah melampaui ambang batas normal hingga 25 kali lipat.

“Normalnya tingkat kekeruhan air itu di angka 20, tapi ini sudah mencapai 250. Artinya, pencemaran yang terjadi sudah sangat parah,” tegas beliau.

Baca Juga :  Kukuhkan Calon Anggota BPD Baru, Pemdes Pasir Eurih Jamin 30 Persen Keterwakilan Perempuan

 

Indikator BOD dan COD Sangat Tinggi

Selain tingkat kekeruhan, Bupati Faiz juga mengungkap tingginya kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) di sungai tersebut.

 

Kedua indikator tersebut menandakan banyaknya kandungan bahan organik pencemar dalam air, yang berakibat pada rendahnya kadar oksigen terlarut.

“Kadar BOD dan COD yang tinggi menandakan air sangat tercemar. Kondisi seperti ini berbahaya bagi makhluk hidup di dalamnya karena oksigen di air menjadi sangat sedikit,” jelas Bupati.

Baca Juga :  Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

 

Pencemaran berat di Sungai Sono ini bukan hanya mengancam ekosistem air dan biota di dalamnya, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap lahan pertanian di sekitar wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Batang diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti dugaan pencemaran limbah industri ini.

Penulis : Fery Eka S

Berita Terkait

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila
Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung
Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi
Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka
Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian
Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual
Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito
Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:52 WIB

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIB

Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WIB

Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 17:14 WIB

Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian

Selasa, 3 November 2026 - 13:36 WIB

Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual

Senin, 2 November 2026 - 14:22 WIB

Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito

Senin, 2 November 2026 - 12:33 WIB

Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK

Berita Terbaru