SURABAYA realitapublik.id – Dosen-dosen dari Program Studi Manajemen UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan tema “Remaja Cerdas: Menjaga Diri dari Perilaku Seksual Berisiko” di SMA Kartika IV-3, Wonokromo, Surabaya, pada Selasa (9/12/2025).
Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antar-disiplin UPN, karena melibatkan kolaborasi erat antara Prodi Manajemen dan Prodi Ilmu Komunikasi. Tujuannya, membekali generasi muda dengan pemahaman risiko perilaku dan keterampilan komunikasi yang relevan.
Tim pelaksana, yang dipimpin oleh Prasetyo Alif Soeprawiro, S.Psi., M.Psi., menekankan bahwa di tengah arus informasi cepat dan paparan media sosial, remaja rentan mengambil keputusan yang tidak tepat karena dorongan rasa ingin tahu dan kebutuhan akan pengakuan.
Salah satu hal krusial yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah pentingnya remaja memahami konsep ‘consent’ atau persetujuan dalam setiap bentuk interaksi fisik maupun komunikasi. Para dosen menjelaskan bahwa ketidakmampuan menolak sesuatu, baik karena tekanan sosial atau ketidakpahaman hak diri, sering menjadi pemicu kasus berisiko.
Pendekatan ini tidak menggurui, melainkan ilmiah dan hangat, sehingga siswa memahami bahwa menjaga diri berarti memahami hak-hak pribadi dan melindungi integritas diri.
Dosen Ilmu Komunikasi dalam tim tersebut memimpin sesi interaktif, termasuk roleplay, yang berfokus pada:
– Cara mengatakan “tidak” tanpa merasa bersalah.
– Menghindari manipulasi emosional dari teman dekat atau pacar.
– Strategi menghadapi konten daring yang memancing perilaku negatif.

Melalui simulasi ini, siswa menyadari bahwa mereka sering berada dalam situasi serupa namun belum memiliki strategi respons yang tepat, menjadikan sesi roleplay sangat hidup dan bermakna.
Selain membahas konsekuensi kesehatan reproduksi, psikologis, dan akademik dari perilaku berisiko (seperti sexting atau pacaran melampaui batas), tim dosen juga menyinggung tentang literasi digital.
Mereka memaparkan bagaimana media sosial menjadi sumber tekanan besar terkait citra tubuh dan gaya hidup, yang sering menjebak remaja dalam hubungan tidak sehat. Dengan membekali literasi digital, dosen berharap siswa menjadi pengguna media sosial yang bijak dan tidak menjadikan platform tersebut sebagai tolok ukur nilai diri.
Guru Bimbingan dan Konseling SMA Kartika IV-3 mengapresiasi kedalaman materi, menekankan bahwa edukasi semacam ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan kesehatan mental siswa.
Tim dosen UPN “Veteran” Jatim menutup kegiatan dengan komitmen bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang kampus untuk mengembangkan program edukasi karakter dan literasi digital, demi membangun generasi muda Indonesia yang cerdas dan bertanggung jawab.
Penulis : Tahajjudi Ghifary






