Kolaborasi UPN Jatim Cetak ‘Remaja Cerdas’: Lewat Pendekatan Psikologi dan Komunikasi, Siswa Diajarkan Konsep Consent dan Menolak Asertif

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA realitapublik.id – Dosen-dosen dari Program Studi Manajemen UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan tema “Remaja Cerdas: Menjaga Diri dari Perilaku Seksual Berisiko” di SMA Kartika IV-3, Wonokromo, Surabaya, pada Selasa (9/12/2025).

 

Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antar-disiplin UPN, karena melibatkan kolaborasi erat antara Prodi Manajemen dan Prodi Ilmu Komunikasi. Tujuannya, membekali generasi muda dengan pemahaman risiko perilaku dan keterampilan komunikasi yang relevan.

 

Tim pelaksana, yang dipimpin oleh Prasetyo Alif Soeprawiro, S.Psi., M.Psi., menekankan bahwa di tengah arus informasi cepat dan paparan media sosial, remaja rentan mengambil keputusan yang tidak tepat karena dorongan rasa ingin tahu dan kebutuhan akan pengakuan.

Baca Juga :  Diwarnai Drama Pengejaran, Aksi Pencurian Minyak Mentah Pertamina di PALI Berhasil Digagalkan

 

Salah satu hal krusial yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah pentingnya remaja memahami konsep ‘consent’ atau persetujuan dalam setiap bentuk interaksi fisik maupun komunikasi. Para dosen menjelaskan bahwa ketidakmampuan menolak sesuatu, baik karena tekanan sosial atau ketidakpahaman hak diri, sering menjadi pemicu kasus berisiko.

 

Pendekatan ini tidak menggurui, melainkan ilmiah dan hangat, sehingga siswa memahami bahwa menjaga diri berarti memahami hak-hak pribadi dan melindungi integritas diri.

 

Dosen Ilmu Komunikasi dalam tim tersebut memimpin sesi interaktif, termasuk roleplay, yang berfokus pada:

Baca Juga :  HUT Ke-62 Golkar, DPD II Tubaba Menyatu dengan Warga Lewat Kegiatan Sosial

– Cara mengatakan “tidak” tanpa merasa bersalah.

– Menghindari manipulasi emosional dari teman dekat atau pacar.

– Strategi menghadapi konten daring yang memancing perilaku negatif.

 

Sosialisasi dalam program studi manajemen UPN di SMA Kartika IV-3 Surabaya (foto: M. Tahajjudi Ghifary Realita Publik)

 

Melalui simulasi ini, siswa menyadari bahwa mereka sering berada dalam situasi serupa namun belum memiliki strategi respons yang tepat, menjadikan sesi roleplay sangat hidup dan bermakna.

 

Selain membahas konsekuensi kesehatan reproduksi, psikologis, dan akademik dari perilaku berisiko (seperti sexting atau pacaran melampaui batas), tim dosen juga menyinggung tentang literasi digital.

 

Mereka memaparkan bagaimana media sosial menjadi sumber tekanan besar terkait citra tubuh dan gaya hidup, yang sering menjebak remaja dalam hubungan tidak sehat. Dengan membekali literasi digital, dosen berharap siswa menjadi pengguna media sosial yang bijak dan tidak menjadikan platform tersebut sebagai tolok ukur nilai diri.

Baca Juga :  Cegah Kepunahan Sejarah, LSPB Dorong Dokumentasi Tradisi Lisan Curahsuri

 

Guru Bimbingan dan Konseling SMA Kartika IV-3 mengapresiasi kedalaman materi, menekankan bahwa edukasi semacam ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan kesehatan mental siswa.

 

Tim dosen UPN “Veteran” Jatim menutup kegiatan dengan komitmen bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang kampus untuk mengembangkan program edukasi karakter dan literasi digital, demi membangun generasi muda Indonesia yang cerdas dan bertanggung jawab.

Penulis : Tahajjudi Ghifary

Berita Terkait

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa
Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi
Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses

Berita Terbaru