KOTA PEKALONGAN realitapublik.id — SMK Negeri 3 Pekalongan membuktikan bahwa kreativitas siswa vokasi mampu menjadi solusi nyata bagi isu lingkungan. Melalui gelaran Unjuk Karya Simori Craft yang dihelat di Galeri Kriya Tekstil baru-baru ini, para siswa memamerkan deretan produk kreatif berbahan tekstil yang dirancang khusus sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan plastik sekali pakai.
Acara ini merupakan puncak dari program Bantuan Pemerintah Proyek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK SMK) Tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala SMKN 3 Pekalongan, Sukowati, menjelaskan bahwa Simori Craft bukan sekadar pameran produk, melainkan muara dari proses pembelajaran kewirausahaan yang mendalam. Sejak Oktober 2025, para siswa terlibat aktif dalam ekosistem usaha yang menyerupai struktur industri nyata.
“Siswa kami dampingi mulai dari proses kualifikasi ide, perencanaan usaha, produksi, hingga strategi pemasaran. Mereka dibagi ke dalam peran manajemen industri agar pengalaman belajarnya lebih kontekstual,” ujar Sukowati.
Produk-produk yang ditampilkan dalam Simori Craft memiliki keunggulan pada nilai keberlanjutannya (sustainability). Berangkat dari keresahan terhadap sampah plastik di lingkungan sekolah, siswa menciptakan produk kriya tekstil yang:
Reusable: Dapat digunakan berulang kali untuk mengurangi limbah.
Fungsional: Memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan ketahanan yang baik.
Bernilai Estetik: Desain modern yang mengikuti tren dan selera konsumen.
Melalui pemanfaatan bahan tekstil ini, siswa diajak memahami bahwa inovasi produk di masa depan harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
Melalui program PKK SMK, SMKN 3 Pekalongan berkomitmen membekali siswa dengan kompetensi komprehensif:
Keterampilan Teknis: Keahlian produksi kriya berkualitas industri.
Pemasaran Digital: Kemampuan mengelola pasar di platform digital.
Karakter Mental: Membentuk karakter yang berani mengambil keputusan, adaptif, dan mampu membaca peluang pasar.
“Harapan kami, pola pembelajaran ini melahirkan lulusan SMK yang mandiri dan inovatif. Mereka tidak hanya siap diserap industri, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja baru,” pungkas Sukowati.
Unjuk Karya Simori Craft ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara talenta siswa, bimbingan guru, dan dukungan pemerintah mampu menghasilkan karya yang bernilai ekonomi sekaligus berdampak positif bagi alam.
Penulis : Wildan






