BATANG, realitapublik.id – Aksesibilitas menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) kini semakin mantap. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan perbaikan jalan sepanjang 4,5 kilometer yang menghubungkan jalur Pantura Banyuputih menuju Kedawung, wilayah yang menjadi nadi mobilitas tenaga kerja dan industri.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, bersama Staf Khusus Menteri PU, Mukhamad Oki Isnaini, meninjau langsung lokasi proyek strategis tersebut pada Senin (5/1/2026).
Proyek infrastruktur ini didanai melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dengan total anggaran mencapai Rp 15 miliar. Bupati Faiz memberikan apresiasi tinggi atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap percepatan konektivitas di Kabupaten Batang.
“Alhamdulillah, kita dibantu perbaikan jalan hampir 4,5 kilometer. Ini adalah jalur yang sangat substantif bagi kebutuhan masyarakat Batang, sekaligus menjadi akses utama menuju kawasan industri (KITB),” ujar Faiz Kurniawan di sela peninjauan.
Kualitas pengerjaan jalan dinilai sangat baik dan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu tempuh bagi para pekerja industri serta mendukung kelancaran distribusi logistik lokal.
Selain pembenahan fisik jalan, Bupati Faiz membawa kabar baik terkait integrasi transportasi publik. Rencana operasional Trans Jateng rute Batang yang semula dijadwalkan pada 2028, kini dipastikan akan dipercepat.
“Kami sudah sampaikan ke Pak Gubernur, dan beliau langsung memerintahkan Dishub untuk dipercepat. Harapannya, awal 2027 layanan Trans Jateng sudah aktif,” ungkapnya.
Nantinya, rute Trans Jateng dari arah Wonotunggal ke Pekalongan akan memiliki titik simpul di Terminal Banyuputih. Pemkab Batang juga tengah menyiapkan sistem shuttle atau sodetan transportasi khusus yang menghubungkan terminal langsung ke dalam kawasan KITB.
Staf Khusus Menteri PU, Mukhamad Oki Isnaini, menegaskan bahwa Kementerian PU akan terus konsisten mendukung pembangunan daerah melalui program IJD. Kehadiran Oki, yang merupakan putra asli daerah Batang, dinilai membawa sinergi yang lebih kuat dalam mengawal aspirasi pembangunan wilayah.
“Dukungan infrastruktur jalan ini sesuai dengan arahan Presiden untuk memperkuat konektivitas guna mendukung swasembada pangan dan ketahanan energi nasional,” tegas Oki.
Pembangunan jalan ini diharapkan tidak hanya menguntungkan sektor industri, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi warga di sepanjang jalur Banyuputih-Kedawung.
Poin Utama Pembangunan Jalan:
Panjang Jalan: 4,5 Kilometer.
Nilai Anggaran: Rp 15 Miliar (Sumber dana IJD).
Manfaat: Akses utama tenaga kerja KITB & Jalur Ekonomi Banyuputih-Kedawung.
Target Transportasi: Operasional Trans Jateng dipercepat ke awal 2027.
Penulis : Fery Eka






