Terobsesi Jadi Polisi Kenakan Seragam Bripka, Warga Sipil Diamankan Sipropam

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

TULANG BAWANG BARAT, RealitaPublik.id — Jajaran Sipropam Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengamankan seorang pria bernama Zulhipni setelah kedapatan mengaku sebagai anggota Polri aktif berpangkat Bripka. Pria tersebut diamankan di kediamannya di Tiyuh Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, lengkap dengan atribut dinas kepolisian.

 

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada Rabu (14/1/2026) pagi yang merasa curiga dengan keberadaan pria berseragam lengkap namun tidak memiliki identitas kedinasan yang jelas.

 

Merespons laporan tersebut, tim gabungan dari Sipropam, Pamapta, KASPKT, serta Kanit Intelkam Polsek Tulang Bawang Tengah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan verifikasi.

Baca Juga :  Terbukti Lakukan Asusila, Bripda HPW Anggota Polres PALI Direkomendasikan Dipecat

 

Hasil pemeriksaan di lapangan mengejutkan petugas; Zulhipni yang mengenakan seragam PDL Two Tone lengkap dengan pangkat Bripka ternyata bukan merupakan anggota Polri. Petugas mengamankan barang bukti satu set pakaian dinas yang diakuinya dibeli melalui platform belanja daring (online).

 

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengonfirmasi bahwa berdasarkan pemeriksaan mendalam, motif penggunaan atribut tersebut didasari oleh kondisi kesehatan mental pelaku.

Baca Juga :  Kasus ITE Oknum Wartawati di Pasuruan Naik Pembuktian, Penyidik Kantongi Petunjuk Ahli

 

“Berdasarkan keterangan dan dokumen medis yang kami himpun, yang bersangkutan diketahui mengalami gangguan jiwa dan memiliki obsesi yang sangat tinggi untuk menjadi anggota Polri. Hal inilah yang mendorongnya membeli atribut secara online dan mengenakannya,” ungkap Kombes Pol Yuni.

 

Mengingat latar belakang pelaku, Polres Tubaba mengambil langkah persuasif dengan berkoordinasi bersama pihak keluarga. Seluruh atribut kepolisian telah disita untuk menghindari penyalahgunaan lebih lanjut yang dapat merugikan masyarakat atau mencoreng citra institusi.

Baca Juga :  Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

 

“Kami telah mengamankan atribut tersebut dan memberikan pengarahan kepada pihak keluarga agar kejadian serupa tidak terulang. Pengawasan dari pihak keluarga sangat penting mengingat kondisi kejiwaan yang bersangkutan,” tambahnya.

 

Polda Lampung juga mengimbau masyarakat untuk tetap kritis dan tidak mudah percaya kepada oknum yang mengaku sebagai anggota Polri tanpa dilengkapi kartu tanda anggota (KTA) resmi. Warga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat jika menemukan aktivitas mencurigakan serupa di lingkungannya.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru