Salah Momentum, Video Prank Ulang Tahun Ketua DPRD Probolinggo Berujung Permintaan Maaf

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PROBOLINGGO realitapublik.id – Petugas Cleaning Service (CS) dan Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD Kabupaten Probolinggo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat terkait beredarnya video kejutan ulang tahun Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo yang sempat menuai kritik publik.

 

Video tersebut sebelumnya mendapat sorotan luas di media sosial karena dinilai kurang mencerminkan empati, mengingat sebagian wilayah Kabupaten Probolinggo tengah dilanda bencana banjir.

 

Koordinator Cleaning Service DPRD Kabupaten Probolinggo, Abu Yazid, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif murni para staf tanpa adanya arahan ataupun instruksi dari unsur pimpinan DPRD.

Baca Juga :  Pilkati Karta Tanjung Selamat Terancam Ricuh, Forkopimda Tubaba Disorot Tak Kunjung Hadir

 

Ia menjelaskan, kejutan sederhana itu dilakukan seusai Sidang Paripurna di ruang sidang lantai 3 Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo pada Rabu (18/1/2026).

 

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo atas beredarnya video tersebut. Kegiatan itu murni inisiatif kami sebagai bentuk apresiasi, tanpa sepengetahuan maupun perintah pimpinan,” ujar Abu Yazid, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga :  Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda

 

Menanggapi berbagai tudingan yang berkembang di media sosial, Abu Yazid juga menegaskan bahwa seluruh kebutuhan perayaan, mulai dari kue ulang tahun hingga penampilan kelompok hadrah, sepenuhnya menggunakan dana pribadi para staf CS dan Pamdal, tanpa melibatkan anggaran institusi.

 

Ia mengakui bahwa momentum penyebaran video tersebut tidak tepat, mengingat kondisi sebagian masyarakat yang tengah terdampak bencana banjir. Namun demikian, pihaknya memastikan tidak ada maksud untuk menunjukkan sikap tidak empati ataupun melukai perasaan warga.

Baca Juga :  Seolah Kebal Hukum, Lapak Obat Keras Belakang Pasar Laladon Masih Bebas Beroperasi

 

“Kami menyadari bahwa momentum tersebut kurang tepat. Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih bijak serta fokus menjalankan tugas utama kami dalam mendukung pelayanan dan operasional di lingkungan DPRD Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (*)

Penulis : Saifullah

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru