Terekam CCTV Ambil Beras Bansos, Kades Semare Berdalih Sudah Dikembalikan Usai Ketahuan

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dokumen rekaman CCTV (Realita Publik)

i

dokumen rekaman CCTV (Realita Publik)

PASURUAN, Realitapublik.id — Dugaan penyelewengan bantuan pangan di Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, memasuki babak baru. Oknum Kepala Desa berinisial MUS yang terekam CCTV mengambil karung beras milik warga miskin, akhirnya angkat bicara setelah didesak oleh aktivis transparansi.

 

Meski mengakui adanya peristiwa tersebut, dalih sang Kades justru memicu polemik baru mengenai integritas kepemimpinan di desa tersebut.

 

Skandal ini mencuat setelah bantuan pangan sebanyak 652 karung (kemasan 10 Kg) tiba di Kantor Desa Semare pada 23 Juli 2025. Saat dilakukan audit internal oleh perangkat desa keesokan harinya, ditemukan 10 karung beras telah raib.

Baca Juga :  Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS

 

Setelah memeriksa rekaman CCTV, perangkat desa terkejut mendapati sosok Kades MUS tengah mengambil beras-beras tersebut tanpa prosedur yang jelas. Berdasarkan informasi tambahan, dugaan hilangnya beras bansos ini disinyalir sering terjadi secara rutin, dengan estimasi susut hingga 5 karung setiap bulannya.

 

Saat dikonfirmasi oleh Ketua LSM AGTIB (Aliansi Gerakan Transparansi Indonesia Bersatu), Samsul Arifin, Kades MUS berdalih bahwa urusan tersebut sudah konsultasi dengan pihak kepolisian dan barang bukti telah dikembalikan ke kantor desa.

Baca Juga :  Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November

 

“Niku mantun ten Polres, Kulo nggeh mantun sanjang ten media barang e tasek enten karena ada tuntutan tak balekno maneh, ngoten,” ujar Kades MUS melalui sambungan telepon.

 

Mendengar pembelaan tersebut, Samsul Arifin menilai ada pola pikir yang keliru dari sang Kades. Menurutnya, tindakan mengembalikan barang setelah ketahuan tidak menghapuskan unsur dugaan tindak pidana atau pelanggaran etika jabatan.

Baca Juga :  Kronologi dari Adu Mulut di Loket hingga Damai, Kisah Viral Pelayanan Disdukcapil Lampung Utara

 

“Jangan mentang-mentang ketahuan lalu dikembalikan lantas urusan selesai. Bagaimana jika tidak ketahuan? Ini mentalitas yang mencederai keadilan bagi warga miskin,” tegas Arifin, Selasa (16/02/2026).

 

Arifin menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan segera melayangkan laporan resmi ke Inspektorat Kabupaten Pasuruan untuk audit menyeluruh. Ia juga mendesak sanksi berat berupa pemecatan tidak terhormat jika terbukti ada pelanggaran administrasi maupun pidana berat.

Penulis : Chu

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 316 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru