TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id — Ancaman narkotika yang kian masif hingga ke pelosok desa memicu langkah tegas dari legislatif Lampung. Anggota DPRD Provinsi Lampung, Intan Rehana, turun langsung menemui masyarakat Tiyuh Menggala Mas, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Selasa sore (17/02/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Perda Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya, sebagai langkah preventif menyelamatkan generasi muda Tubaba.
Dihadapan puluhan warga dan perangkat tiyuh, Intan menegaskan bahwa Perda tersebut merupakan payung hukum kuat yang harus diimplementasikan secara nyata hingga ke akar rumput. Ia memperingatkan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik, tapi juga sendi sosial dan ekonomi desa.
“Hari ini kita sosialisasi pencegahan. Saya minta masyarakat benar-benar menjauhi narkoba karena tidak ada untungnya, hanya menghancurkan masa depan! Perang ini tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat, benteng utamanya adalah keluarga dan lingkungan kita sendiri,” tegas politisi perempuan tersebut.
Sosialisasi ini membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan keresahan mereka. Sejumlah warga secara terbuka mengeluhkan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini mulai meningkat.
Merespons hal tersebut, Ketua Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Tubaba, Ibrahim CR, yang turut hadir sebagai narasumber, mendorong adanya dukungan lebih nyata dari pemerintah provinsi.
“Pemberantasan peredaran gelap narkoba butuh sinergi. Kami berharap pemerintah juga bisa memberikan dukungan dana hibah kepada ormas yang fokus di bidang anti narkoba agar gerakan ini benar-benar berjalan secara masif dan berkelanjutan,” ungkap Ibrahim.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama antara tokoh masyarakat, perangkat tiyuh, dan anggota legislatif untuk menjadikan Tiyuh Menggala Mas sebagai wilayah tangguh narkoba. Dengan keterlibatan aktif semua pihak, diharapkan desa-desa di Tubaba tidak lagi menjadi “target empuk” bagi para bandar dan pengedar.
Penulis : Rody Sandra






