Wujudkan Layanan Cuci Darah Mandiri, RSUD Tubaba Jalani Verifikasi Lapangan Layanan Dialisis dari Kemenkes RI

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id — RSUD Tulang Bawang Barat (Tubaba) selangkah lebih dekat dalam menghadirkan layanan cuci darah mandiri bagi masyarakat. Hal ini ditandai dengan kunjungan Tim Verifikasi Lapangan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung pada Jumat (20/02/2026).

 

Kegiatan verifikasi ini merupakan tahap krusial penilaian kesesuaian perizinan berusaha layanan dialisis, guna memastikan standar keamanan dan mutu pelayanan bagi pasien gagal ginjal di wilayah Tubaba.

 

Ketua Tim Verifikator Kemenkes RI, Ns. Nur Zahrah, S.Kep., menegaskan bahwa layanan dialisis masuk dalam kategori pelayanan berisiko tinggi (high risk), sehingga pengawasan terhadap prosedur dan fasilitas dilakukan secara sangat ketat.

Baca Juga :  Kaya Sejarah Lisan, Desa Curahsuri Jatibanteng Rawat Kisah Para Tokoh Pembabat Alas

 

“Verifikasi ini mencakup seluruh aspek, mulai dari kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan mesin dialisis yang layak, hingga sistem water treatment yang harus memenuhi standar regulasi. Semua ini semata-mata demi menjamin keselamatan nyawa pasien,” tegas Ns. Nur Zahrah di Aula RSUD Tubaba.

 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Tubaba, menyampaikan bahwa hadirnya unit dialisis di RSUD Tubaba adalah bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjawab keluhan masyarakat.

Baca Juga :  Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

 

Selama ini, banyak warga Tubaba harus menempuh jarak jauh ke luar daerah hanya untuk mendapatkan layanan cuci darah rutin. “Dengan tersedianya layanan dialisis di RSUD Tubaba, kami berharap waktu tempuh lebih singkat dan beban biaya maupun psikologis pasien dapat diminimalisir secara signifikan,” ujar Eri Budi Santoso.

 

Direktur RSUD Tubaba, dr. Pramono Satrio Wibowo, menyatakan optimisme dan kesiapan jajarannya dalam memenuhi seluruh catatan serta rekomendasi dari tim verifikator.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Kantor Lurah Bukir: Gugatan Mangkrak, Ahli Waris Tancap Plang Perlawanan

 

“Kami menjalani proses ini secara terbuka dan akuntabel. Setiap masukan dari Kemenkes dan PERNEFRI akan segera kami tindak lanjuti agar layanan dialisis ini dapat segera beroperasi secara resmi sesuai standar nasional,” ungkap dr. Pramono.

 

Hadirnya layanan ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses medis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit ginjal kronis di Kabupaten Tulang Bawang Barat tanpa harus terbebani kendala geografis.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru