Geram Jalan Tubaba Hancur, H. Putra Jaya Umar Ajak Warga Viralkan Truk ODOL: “Jangan Kalah dengan Korporasi!”

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk roda 10 yan bertonase melebihi kapasitas klas jalan (foto: Rody Sandra Realita Publik)

i

Truk roda 10 yan bertonase melebihi kapasitas klas jalan (foto: Rody Sandra Realita Publik)

TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar, H. Putra Jaya Umar, bereaksi keras atas rusaknya infrastruktur jalan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Ia menuding aktivitas kendaraan berat roda 10 (Poso) milik perusahaan Putra Kembar yang bermuatan berlebih (Over Dimension Over Load/ODOL) sebagai penyebab utama hancurnya jalan provinsi dan kabupaten di wilayah tersebut.

 

Pernyataan tegas ini disampaikan H. Putra menyusul banyaknya keluhan warga terkait lubang-lubang maut yang menghiasi urat nadi penghubung antar-Tiyuh di Tubaba, Minggu (22/02/2026).

 

Baca Juga :  Sertijab Kapolsek Tulang Bawang Tengah, Kapolres Tubaba Tekankan Komitmen Presisi

H. Putra Jaya Umar mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk awak media, untuk tidak takut bersuara. Ia meminta warga mendokumentasikan setiap kendaraan berat yang melanggar tonase dan mengirimkannya langsung kepada dirinya.

 

“Rakyat jangan mau kalah dengan korporasi! Jalan ini milik rakyat. Saya menghimbau kepada masyarakat, jika melihat kendaraan bermuatan berlebih, foto dan videokan, viralkan! Kirim ke kami. Jangan takut, karena jika kita biarkan, jalan kita akan semakin hancur dan memakan korban jiwa,” tegas politisi senior Golkar tersebut.

 

H. Putra mengungkapkan bahwa dirinya telah menemui Kapolres Tubaba untuk membahas langkah konkret penertiban kendaraan ODOL. Ia mengingatkan bahwa dalam undang-undang, pemerintah bisa dituntut jika membiarkan jalan rusak hingga menyebabkan kecelakaan.

Baca Juga :  Menyulap Desa demi Ribuan Tamu: Ketulusan Warga Bandar Abung Hidupkan Gotong Royong dan Ekonomi

 

“Jika ada masyarakat kecelakaan akibat jalan berlubang di jalan provinsi, yang dituntut adalah Gubernur dan Kadis PU Provinsi. Jika di kabupaten, maka Bupati dan Kadis PU-nya. Kita harus ambil sikap, jangan sampai keuntungan perusahaan dibayar dengan nyawa warga atau rusaknya fasilitas umum,” imbuhnya.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan yang sangat memprihatinkan. Aspal yang hancur dan lubang dalam yang tergenang air menjadi jebakan berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor dan petani yang hendak mengangkut hasil bumi.

Baca Juga :  Diwarnai Drama Pengejaran, Aksi Pencurian Minyak Mentah Pertamina di PALI Berhasil Digagalkan

 

Aktivitas truk roda 10 milik Putra Kembar dinilai telah melampaui batas toleransi kelas jalan. Selain merusak struktur aspal, kendaraan ODOL juga berisiko tinggi mengalami rem blong dan oleng yang membahayakan pengguna jalan lainnya.

 

“Kami tidak melarang perusahaan beroperasi, tapi tolong patuhi aturan kelas jalan. Perusahaan jangan hanya ambil untung, tapi pikirkan juga masyarakat pengguna jalan di Tubaba ini,” pungkas H. Putra Jaya Umar.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 225 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru