Jalan Provinsi dan Kabupaten di Tubaba Rusak Parah, Warga Tuding Truk ODOL “Putra Kembar” Sebagai Penyebab Utama

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id — Kondisi infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi penghubung antar-Tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kian memprihatinkan. Kerusakan parah di sejumlah ruas jalan provinsi dan kabupaten diduga kuat dipicu oleh aktivitas kendaraan berat roda 10 bertonase besar milik perusahaan Putra Kembar yang melintas setiap hari, Senin (23/02/2026).

 

Lubang-lubang besar yang menganga dan aspal yang terkelupas kini menjadi pemandangan sehari-hari, mengancam keselamatan pengendara serta melumpuhkan mobilitas ekonomi warga setempat.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan yang cukup ekstrem. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut berubah menjadi genangan air dan lumpur yang berbahaya bagi pengendara sepeda motor. Warga sering kali kesulitan mengangkut hasil bumi akibat jalur yang sulit dilalui.

Baca Juga :  Bina Desa UPN Jatim Dorong Penguatan UMKM Pakal melalui Empat Pilar Manajemen

 

Doni, salah seorang perwakilan warga, mengungkapkan kekecewaannya atas pembiaran aktivitas kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) di jalur tersebut.

 

“Sudah lama kami mengeluhkan hal ini. Truk roda 10 milik Putra Kembar bebas melintas dengan muatan yang jelas melebihi kapasitas kelas jalan provinsi maupun kabupaten. Kami mendesak instansi terkait segera bertindak dan meminta perusahaan bertanggung jawab penuh,” tegas Doni dengan nada geram.

Baca Juga :  Kukuhkan Calon Anggota BPD Baru, Pemdes Pasir Eurih Jamin 30 Persen Keterwakilan Perempuan

 

Kendaraan dengan beban industri berat yang dipaksakan masuk ke jalan kelas kabupaten/provinsi tidak hanya mempercepat kerusakan struktur jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan seperti rem blong dan kendaraan oleng.

 

Warga menilai pihak perusahaan hanya mengambil keuntungan tanpa memedulikan dampak sosial dan kerusakan fasilitas umum yang ditimbulkan.

 

“Jangan hanya mengambil keuntungan saja, pikirkan juga masyarakat pengguna jalan di Tubaba ini. Hari ini saja kami kembali melihat truk roda 10 melintas dengan muatan berlebih (ODOL) menuju arah Mulya Asri,” tambahnya.

Baca Juga :  Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi

 

Menyikapi hal ini, warga menuntut langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Tubaba, Dinas Perhubungan, dan pihak Kepolisian untuk:

 

Pengawasan Ketat: Meningkatkan patroli di jalur-jalur alternatif yang sering dilalui truk berat.

Sanksi Tegas: Memberikan sanksi berat kepada pelanggar aturan tonase.

Tanggung Jawab Perusahaan: Mendesak pihak Putra Kembar untuk melakukan perbaikan atas kerusakan jalan yang mereka timbulkan.

 

“Kami tidak melarang perusahaan beroperasi, tapi tolong patuhi aturan kelas jalan. Jangan sampai keuntungan perusahaan harus dibayar dengan nyawa warga atau kehancuran fasilitas umum kami,” pungkas warga setempat.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru