Pati Diguncang Gempa Magnitudo 2,1 Saat Waktu Sahur, BPBD Pastikan Tidak Terkait Megathrust

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PATI, Realitapublik.id — Di tengah rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda Jawa Tengah, wilayah Kabupaten Pati dikejutkan dengan guncangan gempa bumi tektonik pada Senin (23/02/2026) dini hari. Fenomena alam ini terjadi tepat saat warga tengah bersiap melaksanakan ibadah sahur, yakni pukul 03.42.18 WIB.

 

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di Laut Jawa, berjarak sekitar 16 km dari pesisir utara Kabupaten Pati (6.61 LS, 111.09 BT) dengan kedalaman sangat dangkal, yakni 6 km.

 

Meski terjadi di laut, gempa berkekuatan Magnitudo 2,1 ini dipastikan tidak berpotensi tsunami. Ketua Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa skala guncangan tersebut masuk dalam kategori sangat lemah sehingga tidak sampai menimbulkan kerusakan fisik pada bangunan.

Baca Juga :  Sinergi Tanpa Batas, Pemkot Batu Anugerahkan Lencana Hakaryo Guno Mamayu Bawono pada AKBP Aris Purwanto

 

“Informasi gempa dengan magnitudo 2,1 itu sebagian besar tidak terasa oleh masyarakat luas dan hingga saat ini tidak ditemukan laporan adanya dampak kerusakan maupun korban jiwa,” ujar Martinus saat dikonfirmasi pada Senin pagi.

 

Menanggapi isu yang beredar luas di media sosial yang mengaitkan getaran ini dengan ancaman Megathrust, BPBD Pati secara tegas membantah hal tersebut. Martinus meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum terverifikasi secara ilmiah.

Baca Juga :  Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!

 

“Posisi gempa ini berada di wilayah Laut Jawa, lokasinya sangat jauh dari zona subduksi atau jalur Megathrust. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terkait isu tersebut,” tegasnya.

 

Sesaat setelah menerima laporan dari BMKG, pihak BPBD Pati langsung melakukan koordinasi dengan wilayah pesisir terdekat, seperti Kecamatan Tayu dan Dukuhseti. Hasil penyisiran menunjukkan kondisi di lapangan tetap aman dan kondusif tanpa adanya gangguan pada fasilitas publik.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda

 

Namun demikian, pemerintah daerah tetap memberikan imbauan penting bagi warga:

– Tetap Tenang: Jangan mudah terprovokasi isu hoaks yang tidak jelas sumbernya.

– Waspada Bencana: Mengingat cuaca ekstrem dan fenomena hidrometeorologi masih berlangsung, warga diminta tetap siaga terhadap potensi bencana lain.

– Mitigasi Mandiri: Jika sewaktu-waktu terjadi guncangan susulan, segera cari tempat perlindungan yang terbuka atau berlindung di bawah furnitur yang kokoh.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru