PATI, Realitapublik.id — Di tengah rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda Jawa Tengah, wilayah Kabupaten Pati dikejutkan dengan guncangan gempa bumi tektonik pada Senin (23/02/2026) dini hari. Fenomena alam ini terjadi tepat saat warga tengah bersiap melaksanakan ibadah sahur, yakni pukul 03.42.18 WIB.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di Laut Jawa, berjarak sekitar 16 km dari pesisir utara Kabupaten Pati (6.61 LS, 111.09 BT) dengan kedalaman sangat dangkal, yakni 6 km.
Meski terjadi di laut, gempa berkekuatan Magnitudo 2,1 ini dipastikan tidak berpotensi tsunami. Ketua Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa skala guncangan tersebut masuk dalam kategori sangat lemah sehingga tidak sampai menimbulkan kerusakan fisik pada bangunan.
“Informasi gempa dengan magnitudo 2,1 itu sebagian besar tidak terasa oleh masyarakat luas dan hingga saat ini tidak ditemukan laporan adanya dampak kerusakan maupun korban jiwa,” ujar Martinus saat dikonfirmasi pada Senin pagi.
Menanggapi isu yang beredar luas di media sosial yang mengaitkan getaran ini dengan ancaman Megathrust, BPBD Pati secara tegas membantah hal tersebut. Martinus meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum terverifikasi secara ilmiah.
“Posisi gempa ini berada di wilayah Laut Jawa, lokasinya sangat jauh dari zona subduksi atau jalur Megathrust. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terkait isu tersebut,” tegasnya.
Sesaat setelah menerima laporan dari BMKG, pihak BPBD Pati langsung melakukan koordinasi dengan wilayah pesisir terdekat, seperti Kecamatan Tayu dan Dukuhseti. Hasil penyisiran menunjukkan kondisi di lapangan tetap aman dan kondusif tanpa adanya gangguan pada fasilitas publik.
Namun demikian, pemerintah daerah tetap memberikan imbauan penting bagi warga:
– Tetap Tenang: Jangan mudah terprovokasi isu hoaks yang tidak jelas sumbernya.
– Waspada Bencana: Mengingat cuaca ekstrem dan fenomena hidrometeorologi masih berlangsung, warga diminta tetap siaga terhadap potensi bencana lain.
– Mitigasi Mandiri: Jika sewaktu-waktu terjadi guncangan susulan, segera cari tempat perlindungan yang terbuka atau berlindung di bawah furnitur yang kokoh.
Penulis : Fery Eka spt






