Didatangi Yakuza, Dugaan Pencabulan Puluhan Santriwati di Pekalongan Mencuat

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PEKALONGAN, realitapublik.id – Dugaan kasus kekerasan seksual berupa pencabulan terhadap sejumlah santriwati di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Pekalongan, Jawa Tengah, mulai mencuat ke publik. Kasus ini mengemuka setelah puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) mendatangi lokasi pondok pada Rabu (27/5/2026).

 

Massa yang tergabung dalam ormas Yakuza Maneges mendatangi kawasan Ponpes Padepokan Padang Ati di Jalan A. Fadlun, Kelurahan Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengawal pengusutan dugaan kasus asusila yang ditengarai telah berlangsung selama bertahun-tahun di lingkungan pesantren tersebut.

 

Pimpinan Yakuza Maneges, Gus Thuba Topo Broto Maneges, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan, baik dari pihak keluarga korban maupun mantan santriwati. Mayoritas laporan yang masuk berkaitan dengan dugaan pelecehan fisik.

Baca Juga :  Gelombang Pasang Terjang Pesisir Situbondo, Dapur Rumah Milik Lansia Rusak

 

“Banyak yang menghubungi pengurus Yakuza dari keluarga korban. Ada juga yang langsung dari korban untuk meminta bantuan membongkar masalah ini,” kata Gus Thuba di lokasi kejadian.

 

Selain mengalami pelecehan fisik, para korban juga diduga mendapat intimidasi verbal agar tidak berani berbicara ke publik.

 

“Kalau verbal itu lebih ke ancaman kalau sampai bicara. Ancamannya macam-macam,” tambah Gus Thuba.

 

Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh ormas tersebut, terdapat sekitar 23 hingga 25 orang yang mengaku pernah saling bercerita mengenai dugaan tindakan serupa. Namun, hingga saat ini baru sekitar enam hingga tujuh orang yang menyatakan siap memberikan keterangan secara langsung.

Baca Juga :  Kronologi Penyelamatan Nelayan Situbondo yang Hilang Kontak, Dievakuasi Sesama Nelayan

 

“Yang berani maju baru enam orang. Kalau kasus yang (santriwati) hamil itu berbeda lagi,” jelasnya.

 

Gus Thuba menduga praktik bejat ini telah berlangsung cukup lama, bahkan sebelum bangunan pondok berdiri megah seperti sekarang. “Sekitar 13 sampai 15 tahun lalu sudah ada korban,” ungkapnya.

 

Ia menilai jumlah korban yang sebenarnya terjadi jauh lebih banyak, namun sebagian besar masih bungkam akibat rasa takut dan budaya sungkan terhadap lingkungan pesantren. Oleh karena itu, ormasnya memilih turun langsung demi memecah keheningan tersebut.

Baca Juga :  Kendalikan Inflasi dan Perkuat Integritas, Pemkab PALI Ikuti Rapat Koordinasi Bersama Kemendagri 

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas di Ponpes Padang Ati sempat berjalan normal sebelum akhirnya terhenti total setelah kedatangan massa berseragam hitam.

 

Sebelum massa menyemut di lokasi, pimpinan pondok pesantren tersebut dilaporkan telah dijemput oleh aparat kepolisian sekitar pukul 07.00 WIB, sesaat setelah pelaksanaan shalat Iduladha.

 

Hingga Rabu siang, situasi di lokasi pondok pesantren Padepokan Padang Ati terpantau mulai sepi. Sejumlah santri juga terlihat mulai dijemput oleh pihak keluarga masing-masing untuk dipulangkan ke rumah. (*)

Penulis : Fery eka spt

Editor : Chu

Berita Terkait

Jihu, Kuliner Khas Situbondo yang Kini Jadi “Selera Nusantara” 
Menyambut Iduladha 1447 H, Jurnalis Senior Pasuruan Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
BAZNAS Lampung Serahkan Sapi Kurban untuk Pesantren MHM Dayamurni, Atas Namakan Warga Kurang Mampu
Ketua DPC PKB Tubaba bersama Baznas Lampung Kurban 2 Ekor Sapi di Ponpes MHN Daya Murni
Diperiksa 12 Jam, Pengasuh Padepokan Padang Ati Pekalongan Resmi Jadi Tersangka
Pasca Penangkapan Pengasuh Padepokan di Pekalongan, Puluhan Orang Tua Mulai Jemput Putrinya
Diduga Cabuli Puluhan Santriwati, Pengasuh Padepokan di Pekalongan Dicokok Polisi
Momentum Iduladha, Ketua DPD Golkar Tubaba H. Putra Jaya Umar Sembelih Hewan Kurban
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:14 WIB

Jihu, Kuliner Khas Situbondo yang Kini Jadi “Selera Nusantara” 

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:38 WIB

Menyambut Iduladha 1447 H, Jurnalis Senior Pasuruan Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:24 WIB

BAZNAS Lampung Serahkan Sapi Kurban untuk Pesantren MHM Dayamurni, Atas Namakan Warga Kurang Mampu

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:23 WIB

Ketua DPC PKB Tubaba bersama Baznas Lampung Kurban 2 Ekor Sapi di Ponpes MHN Daya Murni

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:19 WIB

Diperiksa 12 Jam, Pengasuh Padepokan Padang Ati Pekalongan Resmi Jadi Tersangka

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:56 WIB

Didatangi Yakuza, Dugaan Pencabulan Puluhan Santriwati di Pekalongan Mencuat

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:49 WIB

Diduga Cabuli Puluhan Santriwati, Pengasuh Padepokan di Pekalongan Dicokok Polisi

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:19 WIB

Momentum Iduladha, Ketua DPD Golkar Tubaba H. Putra Jaya Umar Sembelih Hewan Kurban

Berita Terbaru