Pasca Penangkapan Pengasuh Padepokan di Pekalongan, Puluhan Orang Tua Mulai Jemput Putrinya

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PEKALONGAN, realitapublik.id – Suasana haru dan cemas mewarnai pintu belakang Pondok Pesantren (Ponpes) Padepokan Padang Ati di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Terpantau sejak Rabu (27/5/2026) sore, puluhan orang tua mulai mendatangi lokasi untuk menjemput anak-anak mereka pulang ke rumah.

 

Langkah ini diambil menyusul insiden diamankannya pengasuh pondok pesantren tersebut, AKF (Abdul Khalim Fadlun), oleh aparat kepolisian pada Rabu pagi atas dugaan kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati.

 

Sejumlah orang tua santriwati mengaku didera rasa cemas dan waswas pasca-terbongkarnya kasus dugaan pencabulan di lingkungan institusi pendidikan tersebut. Mereka memilih membawa pulang putri mereka demi memastikan keamanan dan kondisi psikologis anak-anak mereka.

Baca Juga :  RSUD Bangil Sediakan Layanan Vaksin Internasional Resmi untuk Jamaah Umrah, Haji, dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri

 

“Para orang tua mengaku waswas jika kejadian serupa ternyata menimpa putri mereka. Itulah mengapa sebagian besar memilih untuk langsung menjemput anaknya hari ini,” ujar salah satu sumber di lokasi kejadian.

 

Kendati demikian, hingga Rabu sore, masih ada sebagian santriwati yang memilih untuk tetap bertahan di dalam area pondok pesantren sembari menunggu perkembangan situasi.

 

Guna mengusut tuntas kasus ini dan memfasilitasi para korban yang ingin mendapatkan keadilan, Polres Pekalongan Kota telah resmi membuka posko pengaduan masyarakat.

Baca Juga :  Diduga 10 Tahun Cemari Lingkungan, Pabrik Plastik di Atas Lahan KUD Margo Agung Dilaporkan Warga

 

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, melalui Kasat Reskrim AKP Setyanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian membuka ruang selebar-lebarnya bagi warga yang ingin melapor. Polisi juga mensinyalir jumlah korban bisa bertambah mengingat praktik ini diduga sudah berlangsung sangat lama.

 

Diperkirakan telah berlangsung sejak tahun 2008. Hingga saat ini, tim penyidik Satreskrim telah memeriksa enam saksi korban. AKF selaku pengasuh padepokan masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik belum menetapkan status tersangka karena kasus ini masih dalam tahap proses penyidikan mendalam.

Baca Juga :  Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Piramid, BPBD Situbondo Terjunkan Tim TRC

 

Pihak kepolisian menjamin penuh kerahasiaan identitas dan memberikan jaminan keamanan bagi seluruh korban yang berani melapor.

 

Terbongkarnya kasus ini memicu keprihatinan mendalam dari warga sekitar. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, baik di wilayah Pekalongan maupun daerah lainnya. Kasus asusila seperti ini dinilai sangat mencoreng nama baik dan marwah pondok pesantren sebagai institusi pendidikan moral, di mana kerugian psikologis terbesar tentu dialami oleh para santriwati yang menjadi korban. (*)

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Proyek Pembangunan Balai Nikah KUA Tumijajar Senilai Rp1,3 Miliar Diduga Abaikan K3 dan Minim Pengawasan
Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat Berhasil Amankan Pelaku Kasus Tindak Pidana Curat
Pura-Pura ke Toilet, Spesialis Pencuri Minimarket Asal Gondangwetan Diringkus Polsek Purworejo
Raih Nomor Urut 2, Shofiya Fikri Handayani Siap Gelorakan Perubahan di Tiyuh Mekar Asri
Angka 1 Jadi Pilihan: Mega Saputra Usung Filosofi ‘Satu Hati Satu Tujuan’ Demi Kesejahteraan Warga
Dapat Nomor Urut 2 di Pilkati Daya Sakti, Yessi Usman: Simbol Keteguhan dan Keikutsertaan Membangun Desa
Panitia Pilkati Daya Sakti Gelar Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Tiyuh
Bongkar Sindikat Curanmor dan Penadah, Polres Pasuruan Kota Sita Belasan Motor Protolan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:12 WIB

Proyek Pembangunan Balai Nikah KUA Tumijajar Senilai Rp1,3 Miliar Diduga Abaikan K3 dan Minim Pengawasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat Berhasil Amankan Pelaku Kasus Tindak Pidana Curat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Pura-Pura ke Toilet, Spesialis Pencuri Minimarket Asal Gondangwetan Diringkus Polsek Purworejo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Angka 1 Jadi Pilihan: Mega Saputra Usung Filosofi ‘Satu Hati Satu Tujuan’ Demi Kesejahteraan Warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkati Daya Sakti, Yessi Usman: Simbol Keteguhan dan Keikutsertaan Membangun Desa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Panitia Pilkati Daya Sakti Gelar Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Tiyuh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Bongkar Sindikat Curanmor dan Penadah, Polres Pasuruan Kota Sita Belasan Motor Protolan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Anggaran Upacara HUT Ke-81 RI Rp32 Juta Disorot, Fasilitas Paskibra Lebakbarang Pertanyakan Transparansi

Berita Terbaru