BONDOWOSO, realitapublik.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mengambil peran aktif dalam misi kemanusiaan di wilayah tetangga. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo dikerahkan penuh untuk mempercepat proses evakuasi dua jenazah pendaki yang jatuh di jurang ekstrem Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/8/2026).
Pengerahan personel ini menjadi komitmen nyata jajaran kebencanaan Situbondo dalam solidaritas penanganan kedaruratan lintas wilayah. Tim estafet dari Situbondo kini telah memosisikan diri di titik-titik krusial jalur pendakian untuk menyambut kantong jenazah dari puncak.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, menyampaikan bahwa personel TRC yang dikirimkan telah berkoordinasi erat dengan tim SAR gabungan di lapangan. Saat ini, tim Situbondo bersiap di posko antara guna mengamankan jalur evakuasi bawah.
“Saat ini tim dari Situbondo sudah berada di Pos 2. Kami berjaga di sini untuk menunggu jasad dua korban yang sedang dalam perjalanan evakuasi turun oleh tim penarik dari atas,” ujar Puriyono saat dikonfirmasi pada Rabu (5/8/2026) siang.
Pihak BPBD Situbondo berkomitmen penuh membantu proses ini hingga kedua jenazah berhasil dibawa ke posko utama dan diserahkan ke pihak medis.
“Kami membantu agar proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala hingga ke posko utama,” ujarnya.
Selain menerjunkan personel rescue yang terlatih di medan vertikal, BPBD Situbondo juga menyiagakan dukungan armada dan logistik yang diperlukan selama operasi darurat ini berlangsung.
Untuk diketahui, dua korban yang sedang dalam proses evakuasi, diidentifikasi sebagai Maliya Finda (51), seorang pendaki wanita asal Wonokromo, Surabaya, serta Irfan Nasrul Laili (35), pemandu lokal asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak Senin setelah melakukan pendakian dengan sistem tektok (pulang-pergi dalam sehari) pada Minggu (2/8/2026). Keduanya ditemukan meninggal dunia di kedalaman 60 meter di bawah jalur ekstrem Punggung Naga setelah dilaporkan hilang kontak sejak awal pekan.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran personel gabungan dari Basarnas Pos SAR Jember, BPBD Bondowoso, BPBD Situbondo, TNI-Polri, serta sejumlah relawan komunitas pecinta alam masih berjibaku di jalur evakuasi untuk membawa kedua jenazah menuju posko utama.(*)
Penulis : Abdul Hakim






