Penumpang BRT Trans Jateng Tembus 4,15 Juta, Koridor Semarang-Bawen Jadi Rute Terpadat

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

SEMARANG, realitapublik.id — Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah mencatat performa positif dari layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, total volume penumpang di seluruh koridor operasional berhasil menembus angka 4.154.011 orang.

 

Berdasarkan data statistik yang dirilis, koridor rute Semarang–Bawen mencatatkan diri sebagai rute paling ramai dan menjadi tumpuan utama dengan melayani sebanyak 882.607 penumpang.

 

Kepala Balai Trans Jateng, Agung Pramono, menjelaskan bahwa tingginya animo masyarakat pada koridor Semarang–Bawen dipicu oleh tingginya mobilitas komuter antarwilayah yang menghubungkan Kota Semarang, Kabupaten Semarang, hingga Kota Salatiga.

 

“Tingginya angka penumpang di rute Semarang–Bawen disebabkan oleh besarnya pergerakan warga dari arah Bawen maupun Salatiga yang menuju pusat Kota Semarang. Mayoritas pengguna layanan didominasi oleh kelompok buruh pabrik, pekerja sektor jasa, serta pelajar yang memanfaatkan BRT karena tarifnya yang sangat terjangkau,” ujar Agung Pramono pada Selasa (9/6/2026).

Baca Juga :  Suboh Smart Garden, TP PKK Kecamatan Suboh Sulap Area Pekarangan Jadi Ruang Hijau

 

Secara akumulatif, berikut adalah rincian jumlah muatan penumpang pada tujuh koridor utama Trans Jateng selama lima bulan pertama tahun 2026:

Semarang – Bawen: 882.607 penumpang

Semarang – Kendal: 673.368 penumpang

Solo – Wonogiri: 654.658 penumpang

Purwokerto – Purbalingga: 641.001 penumpang

Magelang – Purworejo: 472.064 penumpang

Semarang – Grobogan: 450.824 penumpang

Solo – Sragen: 379.489 penumpang

 

Dari total data tersebut, rata-rata harian penumpang di ketujuh koridor secara keseluruhan menyentuh angka 27.430 orang per hari, dengan tingkat keterisian bus (load factor) yang sangat ideal, yakni mencapai 90,84 persen.

 

Meskipun koridor Solo–Sragen berada di posisi terbawah dalam hal volume penumpang, Agung menegaskan bahwa rute tersebut tetap memegang peranan vital keekonomian dan sosial. Selain memfasilitasi pekerja lokal, rute ini dirancang untuk menyokong sektor pariwisata di kawasan Solo Raya, terutama akses menuju Situs Manusia Purba Sangiran.

Baca Juga :  Daftar Pilkati Pulung Kencana, Petahana Hendrawan Naiki Edet dan Diiringi Reog Ponorogo

 

“Koridor Solo–Sragen sejak awal memang diproyeksikan untuk mendukung destinasi wisata edukasi Sangiran. Dengan tingkat keterisian atau load factor saat ini yang berkisar antara 75 hingga 80 persen, rute ini dinilai sudah cukup optimal dalam membantu mobilitas masyarakat lokal,” tambah Agung.

 

Ke depan, Dishub Jateng berkomitmen untuk mendongkrak angka keterisian di koridor Solo–Sragen melalui berbagai program integrasi dan promosi wisata edukatif (edutrip) bagi institusi pendidikan.

 

Hingga saat ini, Trans Jateng telah mengoperasikan total 115 armada bus yang tersebar di tujuh koridor. Sebagai langkah strategis memperluas jaringan konektivitas massal, Dishub Jateng menjadwalkan pembukaan koridor baru pada tahun 2027 mendatang.

Baca Juga :  Telan APBN Rp195 Juta, Proyek P3-TGAI di Bandar Sakti Diduga Dikerjakan Asal Jadi

 

Koridor baru tersebut akan menghubungkan wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Temanggung, atau yang diistilahkan sebagai Koridor Gelangmanggung. Rencana ekspansi ini nantinya bakal disokong oleh tambahan pengadaan 14 unit armada bus baru guna menjamin kenyamanan layanan.

 

Kehadiran sistem transportasi massal berbasis BRT ini dinilai krusial sebagai pilar utama penunjang produktivitas perkotaan. Dengan tarif yang kompetitif dan kualitas pelayanan yang terjaga, moda transportasi ini diharapkan dapat terus memperluas jangkauan rutenya hingga ke wilayah pelosok daerah demi menghadirkan akses mobilitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Jawa Tengah.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Proyek Pembangunan Balai Nikah KUA Tumijajar Senilai Rp1,3 Miliar Diduga Abaikan K3 dan Minim Pengawasan
Raih Nomor Urut 2, Shofiya Fikri Handayani Siap Gelorakan Perubahan di Tiyuh Mekar Asri
Angka 1 Jadi Pilihan: Mega Saputra Usung Filosofi ‘Satu Hati Satu Tujuan’ Demi Kesejahteraan Warga
Dapat Nomor Urut 2 di Pilkati Daya Sakti, Yessi Usman: Simbol Keteguhan dan Keikutsertaan Membangun Desa
Panitia Pilkati Daya Sakti Gelar Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Tiyuh
Anggaran Upacara HUT Ke-81 RI Rp32 Juta Disorot, Fasilitas Paskibra Lebakbarang Pertanyakan Transparansi
Wabup Nadirsyah Resmikan Lapak BSI Pasar Mulya Asri untuk Perkuat Akses Perbankan Syariah
Mafia Tanah: Oknum Kades Diduga Terbitkan Letter C Pecahan Sebelum Transaksi Tuntas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:12 WIB

Proyek Pembangunan Balai Nikah KUA Tumijajar Senilai Rp1,3 Miliar Diduga Abaikan K3 dan Minim Pengawasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Angka 1 Jadi Pilihan: Mega Saputra Usung Filosofi ‘Satu Hati Satu Tujuan’ Demi Kesejahteraan Warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkati Daya Sakti, Yessi Usman: Simbol Keteguhan dan Keikutsertaan Membangun Desa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Panitia Pilkati Daya Sakti Gelar Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Tiyuh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Anggaran Upacara HUT Ke-81 RI Rp32 Juta Disorot, Fasilitas Paskibra Lebakbarang Pertanyakan Transparansi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Wabup Nadirsyah Resmikan Lapak BSI Pasar Mulya Asri untuk Perkuat Akses Perbankan Syariah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Mafia Tanah: Oknum Kades Diduga Terbitkan Letter C Pecahan Sebelum Transaksi Tuntas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Lomba Ecobrick TP-PPK Kecamatan Suboh: Pelajar Sulap Sampah Plastik Jadi Barang Estetis

Berita Terbaru