Foto: Ilustrasi
INDRAMAYU, realitapublik.id – Memasuki pertengahan bulan Oktober 2026, Kabupaten Indramayu menghadapi tantangan serius akibat cuaca ekstrem kemarau panjang. Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Indramayu mencatat adanya lonjakan signifikan pada angka kasus kebakaran di wilayah tersebut.
Berdasarkan data rekapitulasi penanganan bencana, petugas Damkar setidaknya telah menangani 169 kejadian kebakaran. Dari total angka tersebut, insiden didominasi oleh kebakaran rumah tinggal sebanyak 56 kasus dan kebakaran lahan kering sebanyak 54 kasus. Sisanya meliputi kebakaran kendaraan, toko, hingga gudang komersial.
Salah satu insiden terbaru melanda bangunan rumah warga di Blok Tanjung, RT 07/RW 04, Desa Kertasemaya, Kecamatan Kertasemaya pada Sabtu (17/10/2026) dini hari. Beruntung, amukan si jago merah yang diduga dipicu oleh korsleting listrik dari area dapur tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Selain masalah kelistrikan, faktor kelalaian manusia seperti aktivitas membakar sampah sembarangan di dekat vegetasi kering menjadi pemicu paling marak pada kasus kebakaran lahan. Beberapa insiden kebakaran lahan bahkan dilaporkan nyaris merambat dan melahap dinding rumah warga yang bersisian langsung.
Kepala Bidang Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, menegaskan agar masyarakat benar-benar menghentikan kebiasaan membakar ilalang atau tumpukan sampah di musim kering ini. Kencangnya embusan angin membuat titik api sekecil apa pun menjadi sangat mudah menyebar dan lepas dari kendali.
Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat Mako Satpol PP dan Damkar Indramayu secara cepat apabila melihat kemunculan titik api darurat di lingkungan sekitar agar penanganan bisa langsung dilakukan sebelum api meluas. (R05/Tim)






