PASURUAN realitapublik.id – Seorang wartawan bernama D menjadi korban pengeroyokan saat meliput acara “Sedarum Cup” di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Insiden kekerasan ini terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan belasan orang, menyebabkan DL mengalami beberapa luka di tubuhnya terutama bagian kepala dan dada hingga mengalami pendarahan luka robek di bagian bibir.
Seperti diberitakan realitapublik.id sebelumnya, saksi mata yang merupakan rekan korban D, menyatakan bahwa kejadian pengeroyokan bermula saat D diminta DT menunggu di lokasi acara sembari meninggalkan D. Minggu (20/7/25)
Kemudian datang M menghampiri D dan langsung bertanya, “Sampeyan D ya Cak?”, D menjawab “iya”, dan tanpa peringatan lebih lanjut, M langsung memukul wajah D. Pukulan ini memicu pengeroyokan yang melibatkan dua orang lainnya, KH dan DT, serta sekitar 15 orang lainnya yang diduga rekan-rekan pelaku.
Saksi mencoba melerai, namun dihalangi oleh M yang menyebut bahwa tindakan itu berkaitan dengan pemberitaan yang sebelumnya yang dituduhkan ditulis oleh D. Diduga, kekesalan terhadap pemberitaan menjadi pemicu aksi main hakim sendiri tersebut.
“Saya tidak tahu persoalan apa, tiba-tiba ditanya nama, langsung dipukul dan dikeroyok ramai-ramai,” ujar saksi menirukan perkataan D.
Saksi menambahkan, tidak hanya dipukul, D juga mendapatkan ancaman pembunuhan secara verbal dari para pelaku. Saksi menyebut, M dan KH sempat melontarkan kalimat bernada ancaman keras:
“Kalau mau teruskan, teruskan! Tak tunggu kamu, tak cari, tak bunuh kamu!,” ujar saksi menirukan omongan M dan KH pada saat itu. Minggu (20/7/25
Pengeroyokan pun meluas hingga ke pinggir jalan raya. Diperkirakan sekitar 15 hingga 20 orang turut mengejar dan menyerang D. Dalam kondisi panik, korban berusaha menyelamatkan diri dari amukan massa. Meski berhasil menghindari sebagian besar pelaku, tiga orang yakni M, KH, dan DT terus mengejar hingga akhirnya korban berhasil diselamatkan oleh rekannya yang datang dan langsung membonceng D menjauh dari lokasi.
Sementara itu, saksi lain turut membantu dengan mengamankan sepeda motor korban yang tertinggal di lokasi.
Polisi telah menerima laporan atas insiden pengeroyokan terhadap wartawan tersebut dan saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi seputar pelaku atau kejadian tersebut untuk segera melapor guna mempercepat proses penegakan hukum.
Penulis : Tim
Editor : Red







