Situbondo, realitapubblik.id — Gempa magnitudo berkekuatan M6,0 di laut pada koordinat 7,35° LS dan 114,22° BT, atau sekitar 58 kilometer arah tenggara Sumenep, dengan kedalaman 12 kilometer, pada Selasa malam, 30 September 2025, sekira pukul 23.49 WIB, guncangannya dirasakan warga di sejumlah daerah di Kabupaten Situbondo, Jatim.
Goncangan gempa yang cukup terasa ini, juga mengakibatkan sejumlah bangunan di Kabupaten Situbondo mengalami rusak.
Sejauh ini, anggota Pusdalops dan TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD Kabupaten Situbondo telah meninjau dan mendatangi lokasi kejadian, koordinasi dengan pihak Kecamatan, Koramil, Polsek, Pemdes/Kelurahan setempat dan relawan, serta assessment/kaji cepat terkait kerusakan, kerugian dan sumber daya yang terdampak di lokasi kejadian.
BPBD Kabupaten Situbondo mencatat hingga Rabu siang 1 Oktober 2025, sejumlah rumah warga rusak, terjadi di Desa Semiring Kecamatan Mangaran, Desa Alasmalang Kecamatan Panarukan, Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji dan sekitarnya.
Berikut data sementara bangunan di Kabupaten Situbondo yang terdampak gempa bumi:
1. Rumah bangunan permanen milik Ibu Rahmatillah (35) di Kp. Semiring Utara RT 001 RW 007, Desa Semiring Kecamatan Mangaran, mengalami rusak sedang dengan kondisi pada bagian dinding pembatas ruang kamar ambruk.
2. Bangunan musala SDN 1 Alasmalang, Kecamatan Panarukan, mengalami rusak sedang dengan kondisi pada bagian atap dan gentengnya runtuh.
3. Bangunan rumah permanan milik H. Lukman (47) di Kp. Mimbaan RT 002 RW 10, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, mengalami rusak ringan dengan kondisi pada bagian tembok mengalami retak.
Berdasarkan kerangan resmi dari BPBD Situbondo, bahwa di Kabupaten Situbondo tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian gempa yang tidak berpotensi tsunami tersebut
Data sementara yang terhimpun ini masih dapat berkembang seiring proses pendataan lanjutan dari pihak berwenang.(*)
Penulis : Abdul Hakim







