Menu Makan Bergizi Gratis di Tubaba Disorot, Wali Murid Keluhkan Ketidaksesuaian Gizi dan Anggaran

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang Bawang Barat, realitapublik.id– Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai menuai kritik. Program yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan nutrisi anak sekolah ini dinilai belum memenuhi standar gizi yang diharapkan.

 

Keluhan muncul dari sejumlah wali murid siswa di SDN 22 Tumijajar, Kecamatan Tumijajar. Mereka menilai menu yang diberikan kepada siswa jauh dari kata ideal dan tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (3/3/2026), kotak makan yang diterima siswa menunjukkan komposisi yang minim. Untuk kelas 1 hingga 3, menu yang diberikan hanya berupa satu butir telur ayam, satu kotak susu dan satu buah pisang. Sementara untuk kelas 4 hingga 6, menunya terdiri dari satu butir telur bebek, satu buah roti, satu kotak susu, dan satu buah pisang.

Baca Juga :  PORPROV Jateng 2026: Tim Karate Pekalongan Targetkan Borong Medali

 

“Menu seperti ini sangat tidak sebanding dengan anggaran MBG yang ditetapkan. Jauh dari standar kecukupan gizi harian anak sekolah,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa kepada awak media.

 

Baca Juga :  Jangan Kaget Besok Pemadaman Listrik, PLN UP3 Situbondo Rilis Daftar Wilayah Terdampak

Para wali murid juga mempertanyakan adanya perbedaan menu antarjenjang kelas yang dianggap tidak memiliki dasar yang jelas. Padahal, secara teknis, menu MBG idealnya mengandung komposisi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral secara proporsional.

 

Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait pengawasan dan implementasi teknis di lapangan. Mengingat MBG adalah kebijakan strategis nasional yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar, pengawasan ketat menjadi harga mati agar kualitas SDM sejak dini benar-benar terjaga.

 

Kritik juga dialamatkan kepada pihak sekolah yang dinilai kurang responsif. Wali murid berharap pihak sekolah berani menyuarakan aspirasi jika ditemukan ketidaksesuaian distribusi menu di lapangan.

Baca Juga :  Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi

 

.Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil mendapatkan keterangan resmi dari pihak penyedia (dapur) maupun pihak terkait lainnya.

 

Menurut informasi terhimpun, bahwa dapur MBG atau SPPG yang mendistribusikan MBG di SDN 22 Tumijajar, diduga SPPG Dayamurni Tumijajar Barokah Dua Putri.

 

Terkait ini, tim media masih terus berupaya menelusuri keberadaan dapur penyedia jasa tersebut guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.(*)

 

Penulis: Rodi Sandra

Editor : Red

Berita Terkait

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa
Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi
Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 
Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses
Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu
Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS

Berita Terbaru