SURABAYA (Realitapublik.id) — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Rindam V/Brawijaya Malang menggelar Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan pembentukan karakter, mental, dan disiplin aparatur ini dipusatkan di Hotel Halogen, Kota Surabaya, sepanjang 18 hingga 23 Mei 2026.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pengembangan kompetensi sipil dengan unsur TNI sebagai pembina kedisiplinan, ketahanan mental, serta wawasan kebangsaan bagi para abdi negara baru.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta CPNS dari berbagai rumpun instansi. Salah satu kelompok peserta yang menonjol adalah delegasi dosen dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur. Keikutsertaan para pendidik ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas aparatur akademik agar mampu menjalankan peran ganda sebagai dosen sekaligus ASN yang profesional dan berintegritas.
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya digembleng secara fisik dan mental oleh instruktur dari Rindam V/Brawijaya, melainkan juga dibekali materi substantif mengenai etika birokrasi dan tanggung jawab pelayanan publik oleh widyaiswara BPSDM Jatim.
Peserta diarahkan untuk menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yang merupakan akronim dari Berorientasi, Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
Bagi para peserta yang berprofesi sebagai dosen, penanaman nilai-nilai ini memiliki relevansi kuat dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik dalam ranah pendidikan formal di ruang kelas, aktivitas riset ilmiah, maupun pengabdian nyata kepada masyarakat luas.
Keikutsertaan dosen UPN “Veteran” Jatim dalam Latsar 2026 menegaskan bahwa profesi dosen di bawah naungan negara memikul tanggung jawab ganda. Mereka bukan sekadar transformator ilmu pengetahuan bagi mahasiswa, melainkan juga bagian dari motor penggerak pencapaian tujuan pembangunan nasional di sektor pendidikan tinggi.
Melalui Latsar ini, para peserta dituntut melakukan refleksi mendalam dengan menyusun rancangan aktualisasi nyata. Mereka diwajibkan mampu mengidentifikasi isu-isu strategis di unit kerja masing-masing, memetakan akar masalah, serta menelurkan gagasan inovatif sebagai solusi pelayanan di lingkungan kampus.
Tantangan dunia birokrasi ke depan dinilai kian dinamis dan kompleks. ASN masa kini dituntut untuk bekerja secara adaptif, responsif, dan melek terhadap inovasi digital demi memotong rantai birokrasi yang kaku.
Melalui pembekalan komprehensif hasil perkawinan metode kelas birokrasi dan kedisplinan militer ini, alumni Latsar CPNS 2026 diharapkan tidak hanya sekadar hafal terhadap aturan administratif. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai ASN ke dalam tindakan riil di lapangan.
Pendidikan formal Latsar ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya aparatur yang berkarakter, berintegritas, dan memberikan dampak langsung bagi kemajuan institusi serta kepuasan pelayanan publik di Jawa Timur. (*)
Penulis : Fe






