Megaproyek Giant Sea Wall Pantura Bakal Melibatkan 5 Provinsi dan 25 Daerah

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAKARTA (Realitapublik.id) — Pemerintah pusat terus mematangkan proyek raksasa Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa sebagai langkah strategis melindungi kawasan Pesisir Utara Jawa (Pantura) dari ancaman tenggelam. Megaproyek ini dirancang menjadi tameng pelindung bagi puluhan juta warga yang selama bertahun-tahun dihantui banjir rob.

 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa proyek benteng laut ini berskala masif dan membutuhkan orkestrasi besar karena areanya yang mencakup lintasan wilayah sangat luas.

 

“Ini bukan proyek yang melibatkan satu atau dua pihak saja. Ada lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota yang terlibat, terutama di sepanjang kawasan Pantura,” ujar AHY usai menghadiri acara Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

 

AHY menegaskan jajarannya akan terus mengebut koordinasi lintas sektoral agar proyek ini berjalan linier sesuai target waktu yang direncanakan. “Kami kejar terus, mudah-mudahan tahun depan (2027) perencanaan bisa lebih matang lagi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 8 Mei 2026: Waspada Wilayah Pegunungan Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

 

Spesifikasi Terperinci dan Estimasi Anggaran Proyek:

Total Panjang Tanggul: Membentang sekitar 500 kilometer, mulai dari ujung Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

Total Nilai Investasi Keseluruhan: Diperkirakan menembus US$ 80 miliar.

Anggaran Tahap Awal: Fokus pembangunan di Teluk Jakarta yang diproyeksikan menelan biaya sekitar US$ 8 miliar hingga US$ 100 miliar.

Populasi Terdampak: Melindungi sekitar 50 juta penduduk yang mendiami kawasan Pesisir Utara Jawa.

 

Megaproyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang negara untuk mengatasi banjir rob, penurunan muka tanah (land subsidence), serta kenaikan permukaan air laut akibat dampak nyata perubahan iklim global.

 

Gagasan pembangunan tanggul laut ini kembali didorong kuat lantaran tekanan lingkungan dan aktivitas ekonomi di Pantura sudah masuk dalam zona lampu merah. Ancaman penurunan muka tanah di beberapa titik krusial, seperti Teluk Jakarta, Semarang, Demak, dan Kendal, dilaporkan sudah sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia! Jateng Bersiap Terapkan Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah untuk Tanamkan Ekonomi Kerakyatan

 

Menurut data yang dipaparkan AHY, penurunan muka tanah di beberapa daerah pesisir tersebut bahkan telah mencapai 5 hingga 20 centimeter per tahun. Kondisi ekstrem ini membutuhkan intervensi infrastruktur yang cepat dan kokoh agar wilayah tersebut tidak hilang dari peta.

 

Guna mengatasi kondisi tersebut, pemerintah mempertimbangkan kombinasi pembangunan fisik antara tanggul pantai dan tanggul laut luar (offshore), yang dipadukan dengan pendekatan berbasis alam (nature-based solutions) seperti restorasi dan penanaman hutan mangrove untuk meredam kekuatan gelombang laut.

 

Selain misi kemanusiaan untuk menyelamatkan pemukiman warga, proyek Giant Sea Wall ini juga mengemban misi ekonomi strategis. Benteng laut ini ditargetkan mampu mengamankan aset vital negara, mulai dari kawasan industri manufaktur besar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga sentra produksi pangan yang mulai tergerus oleh intrusi air laut.

Baca Juga :  Ranperkada PALI Diharmonisasi untuk Perkuat Kepastian Hukum Daerah

 

Mengingat proyek ini membutuhkan kebutuhan anggaran belanja yang teramat besar, AHY menambahkan bahwa pemerintah membuka pintu lebar-lebar bagi keterlibatan pihak swasta dan pelaku usaha, baik dari konsorsium dalam negeri maupun investor luar negeri melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

 

Langkah mitigasi bencana skala besar ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat. Pasalnya, keberhasilan proyek ini tidak hanya menjadi investasi jangka panjang untuk mengamankan keberlanjutan ekonomi nasional, tetapi juga mengakhiri penderitaan logistik warga Pantura yang setiap tahun terjebak siklus banjir air pasang laut. (*)

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Gunakan Skema KPBU, Pemkab Batang Bakal Pasang 9.387 Titik Lampu Jalan Siaga Kriminalitas
Cetak Aparatur Berkarakter, BPSDM Jatim dan Rindam V/Brawijaya Gelar Latsar CPNS 2026
Dana Desa Merosot, Balon Kades PAW Selomukti Abul Hasan Siapkan Solusi Strategis 
Sambut HJB ke-544, Kecamatan Tamansari Gelar Aksi Donor Darah Massal Siaga Bencana
Didampingi Wakil Bupati, Pelaku Penembakan ASN di Metro Serahkan Diri ke Polres Lampung Utara
Sasar 4 Poin SDGs, Dosen Manajemen UPN Veteran Jatim Dampingi Petani Jeruk Gadingkulom Dorong Kualitas Panen
Geger! Warga Situbondo Temukan Jasad Pria Asal Bondowoso Mengambang di Sungai Locancang
Tembus Hujan di Tengah Malam, Ketua DPD Golkar Tubaba Jenguk dan Beri Bantuan Lansia Sakit
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:19 WIB

Gunakan Skema KPBU, Pemkab Batang Bakal Pasang 9.387 Titik Lampu Jalan Siaga Kriminalitas

Senin, 25 Mei 2026 - 15:34 WIB

Megaproyek Giant Sea Wall Pantura Bakal Melibatkan 5 Provinsi dan 25 Daerah

Senin, 25 Mei 2026 - 15:12 WIB

Cetak Aparatur Berkarakter, BPSDM Jatim dan Rindam V/Brawijaya Gelar Latsar CPNS 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 13:00 WIB

Dana Desa Merosot, Balon Kades PAW Selomukti Abul Hasan Siapkan Solusi Strategis 

Senin, 25 Mei 2026 - 05:56 WIB

Didampingi Wakil Bupati, Pelaku Penembakan ASN di Metro Serahkan Diri ke Polres Lampung Utara

Senin, 25 Mei 2026 - 05:47 WIB

Sasar 4 Poin SDGs, Dosen Manajemen UPN Veteran Jatim Dampingi Petani Jeruk Gadingkulom Dorong Kualitas Panen

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:08 WIB

Geger! Warga Situbondo Temukan Jasad Pria Asal Bondowoso Mengambang di Sungai Locancang

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:35 WIB

Tembus Hujan di Tengah Malam, Ketua DPD Golkar Tubaba Jenguk dan Beri Bantuan Lansia Sakit

Berita Terbaru