Tunggakan Pajak Kendaraan di Jateng Tembus Rp3 Triliun, Kota Semarang Tertinggi

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Semarang, realitapublik.id – Nilai tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jawa Tengah mencatatkan angka yang fantastis, yakni mencapai Rp3 triliun. Jumlah tersebut berasal dari jutaan unit kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang hingga kini belum memenuhi kewajiban pajaknya.

 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Masrofi, mengungkapkan bahwa kendaraan yang tercatat menunggak mencakup sekitar 4,5 juta unit sepeda motor dan lebih dari 565.000 unit mobil.

 

Menurut Masrofi, total tunggakan tersebut terdiri dari potensi penerimaan PKB untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp2,88 triliun, serta pajak opsen PKB bagi pemerintah kabupaten/kota senilai Rp877 miliar.

 

“Tunggakan di angka tersebut menjadi perhatian mendalam (concern) kami dan Pak Gubernur Jawa Tengah. Ini harus ditagih demi membiayai pembangunan di Jawa Tengah dan agar tidak menjadi penerimaan yang hilang,” ujar Masrofi saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga :  Mobil Raib dari Garasi, Dua Pelaku Dibekuk Polisi 

 

Ia menambahkan, wilayah dengan jumlah kendaraan yang padat umumnya mencatatkan angka tunggakan terbesar. Kota Semarang, misalnya, menjadi daerah dengan nilai tunggakan PKB tertinggi yang kini telah melampaui Rp100 miliar. Selain Semarang, daerah lain yang mencatatkan tunggakan di atas Rp100 miliar adalah Klaten, Cilacap, dan Banyumas.

 

“Tunggakan di sana tinggi bukan berarti pemerintah kabupaten atau kota malas menagih. Namun, karena populasi kendaraannya memang cukup banyak, otomatis angka tunggakannya mengikuti,” jelas Masrofi.

 

Guna menggenjot penerimaan daerah, Bapenda Jateng mendorong sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan penagihan secara masif. Salah satu strategi yang digencarkan adalah mendatangi langsung rumah wajib pajak atau sistem door-to-door.

Baca Juga :  Hitung Mundur Pilkades PAW Selomukti: 3 Kandidat Resmi Bersaing Rebut Simpati Warga 

 

“Kami juga bekerja sama dengan Polda Jateng melalui operasi lalu lintas secara berkala guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” imbuhnya.

 

Di sisi lain, Masrofi mengakui bahwa penurunan kepatuhan ini tidak lepas dari tekanan kondisi ekonomi yang tengah dirasakan masyarakat. Program stimulus berupa diskon pajak sebesar 5% yang berlaku sejak 20 Februari hingga 31 Desember 2026 pun diakuinya belum memberikan dampak yang signifikan.

 

Meskipun berbagai terobosan dan kemudahan telah diberikan oleh Pemprov Jateng, realita di lapangan menunjukkan bahwa pemulihan kepatuhan pajak tidak semudah membalikkan telapak tangan. Angka tunggakan yang menembus Rp3 triliun ini memicu pertanyaan mendasar: apakah faktor himpitan ekonomi membuat masyarakat terpaksa mengesampingkan pajak demi mendahulukan kebutuhan perut, biaya sekolah, dan kebutuhan pokok sehari-hari?

Baca Juga :  Ungkap Peredaran Narkoba, 3 Pelaku Diamankan Polsek Sungkai Jaya 

 

Pajak memang menjadi urat nadi pembangunan daerah. Namun, ketimpangan yang lebar antara target tagihan dan realisasi penerimaan ini jelas menjadi sorotan publik sekaligus pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemprov Jateng.

 

Harapan ke depan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada metode penagihan, tetapi juga pada penguatan sektor ekonomi hilir. Dengan memperluas lapangan kerja dan meningkatkan daya beli, kesejahteraan masyarakat akan terangkat. Jika kondisi ekonomi warga sehat, maka kesadaran dan kemampuan untuk berkontribusi pada pembangunan daerah melalui Pajak Kendaraan Bermotor akan tumbuh secara organik.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Mobil Terbakar di Jalan Alamsyah RPN Kotabumi, Personel Polres Lampung Utara Sigap Padamkan Api 
Jaga Kerahasiaan Suara, Pemilih PAW Desa Sumberanyar Dilarang Keras Bawa HP ke Bilik
Suasana Haru Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Pekalongan, Satu Wafat di Pesawat 
Direktur RSUD dr. R. Soedarsono Buka Suara Terkait Pasien Meninggal Dunia, Pastikan Penanganan Medis Sesuai SOP
Memasuki Masa Tenang, Panitia Pilkades PAW Sumberanyar Bersihkan APK
Antisipasi Gangster dan Balap Liar, Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar
Bupati Lucky Hakim Pastikan Pembangunan Jalan Berlanjut hingga 2027
Sempat Alot, Penetapan DPT Pilkades PAW Selomukti Akhirnya Sah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:18 WIB

Mobil Terbakar di Jalan Alamsyah RPN Kotabumi, Personel Polres Lampung Utara Sigap Padamkan Api 

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:26 WIB

Jaga Kerahasiaan Suara, Pemilih PAW Desa Sumberanyar Dilarang Keras Bawa HP ke Bilik

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:40 WIB

Suasana Haru Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Pekalongan, Satu Wafat di Pesawat 

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:57 WIB

Direktur RSUD dr. R. Soedarsono Buka Suara Terkait Pasien Meninggal Dunia, Pastikan Penanganan Medis Sesuai SOP

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:21 WIB

Memasuki Masa Tenang, Panitia Pilkades PAW Sumberanyar Bersihkan APK

Senin, 8 Juni 2026 - 20:44 WIB

Antisipasi Gangster dan Balap Liar, Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar

Senin, 8 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bupati Lucky Hakim Pastikan Pembangunan Jalan Berlanjut hingga 2027

Senin, 8 Juni 2026 - 19:03 WIB

Sempat Alot, Penetapan DPT Pilkades PAW Selomukti Akhirnya Sah

Berita Terbaru