Peringkat Atas Tak Lolos, Hasil Seleksi Atlet Catur PPLPD Kabupaten PALI Menuai Polemik 

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALI, realitapublik.id — Pelaksanaan seleksi calon atlet catur Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuai sorotan tajam. Sejumlah orang tua peserta melayangkan protes dan mempertanyakan objektivitas panitia setelah beberapa peserta yang menempati peringkat teratas justru tidak lolos dalam daftar atlet binaan.

Polemik ini mencuat pasca-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten PALI merilis enam nama atlet yang dinyatakan lolos [Context]. Keenam atlet tersebut terdiri dari tiga putra dan tiga putri, yakni Khaira Aleena Kapriaga, M. Farzani Adli, Athifa Azzahra Alqodri, Taqi Fawa Al-Batani, Akira Saputri Lia, dan Faiz Nabil Maulana.

Roni Paslah, salah seorang orang tua peserta, mengekspresikan kekecewaannya secara terbuka [Context]. Ia mempertanyakan urgensi diadakannya proses seleksi jika indikator penilaian akhir tidak sepenuhnya mengacu pada sistem pemeringkatan skor resmi.

Baca Juga :  Hilang Saat Melaut, Nelayan Asal Jangkar Situbondo Ditemukan Tewas Mengambang

“Anak kami, Alief Masyitoh, sudah berjuang maksimal dan berhasil mengamankan peringkat kedua di kelompok Usia 13 tahun (U-13) dengan raihan empat poin, tetapi justru tidak terpilih. Kalau mekanismenya seperti ini, lebih baik sejak awal ditunjuk langsung saja, untuk apa ada seleksi formal,” kritik Roni.

Roni juga menyoroti kejanggalan dalam proporsi pengambilan kuota antar-kelompok umur. Berdasarkan data di lapangan, kelompok U-15 hanya diambil satu orang, sementara kelompok U-11 justru meloloskan lebih banyak peserta. Bahkan, peraih peringkat pertama pada kategori U-11 putra atas nama M. Almeer Kapriaga dikonfirmasi ikut tereliminasi.

Keluhan senada diutarakan oleh orang tua peserta lain yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menilai keputusan panitia sangat tidak adil dan memicu preseden buruk bagi iklim kompetisi olahraga di daerah.

“Sangat tidak masuk akal ketika peserta yang secara matematis meraih juara dan peringkat satu justru dicoret. Ini memunculkan kesan tebang pilih yang mencederai sportivitas,” ketusnya.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Tamansari Bogor Berakhir Damai, Warga dan PT PMC Sepakati Dua Jalur Penyelesaian

Berdasarkan papan klasemen akhir seleksi, peta kekuatan peserta sebenarnya terlihat sangat jelas:

– Kelompok Usia 15 Tahun (U-15): Dipimpin oleh Faiz Nabil Maulana (5 poin), disusul Abdullah Maulana R (4 poin)

– Kelompok Usia 13 Tahun (U-13): Dipimpin oleh Taqi Fawa Al-Batani (5 poin), diikuti Alief Masyitoh (4 poin), dan Akira Saputri Lia (3 poin)

– Kelompok Usia 11 Tahun (U-11): Didominasi oleh M. Almeer Kapriaga dan Khaira Aleena Kapriaga yang sama-sama mengoleksi 5,5 poin.

 

Merespons gelombang protes tersebut, Ketua Panitia Seleksi PPLPD Cabang Olahraga Catur Kabupaten PALI, Agus Susanto, memberikan klarifikasi formal. Ia menegaskan bahwa akumulasi poin tertinggi selama turnamen seleksi berlangsung bukan merupakan satu-satunya variabel penentu kelulusan.

Baca Juga :  Anggaran Upacara HUT Ke-81 RI Rp32 Juta Disorot, Fasilitas Paskibra Lebakbarang Pertanyakan Transparansi

“Kuota yang tersedia sangat terbatas, yakni enam atlet binaan dengan komposisi tiga laki-laki dan tiga perempuan. Dalam proses penentuan akhir, kami mengombinasikan perolehan nilai dengan aspek usia strategis serta rekam jejak prestasi (track record) atlet di berbagai ajang sebelumnya,” jelas Agus.

Agus membeberkan alasan teknis mengapa kuota U-15 hanya diisi oleh satu atlet pria [Context]. Menurutnya, atlet putri di kelas U-15 performanya terpantau menurun berdasarkan evaluasi kompetisi berkala [Context]. Atas dasar pertimbangan regenerasi jangka panjang, panitia memutuskan untuk mengalihkan slot atlet putri tersebut ke kelompok umur yang lebih muda (U-11).

“Sementara untuk kasus di kelompok U-11, karena peringkat satu dan peringkat dua dihuni oleh peserta yang merupakan kakak beradik, tim pemandu bakat akhirnya memutuskan untuk memilih salah satu saja, yaitu mengambil satu atlet perempuan,” pungkas Agus. (*)

Penulis : Lidian Heri

Editor : Red

Berita Terkait

Memeriahkan HUT ke-81 RI, Pemerintah Tiyuh Sumber Rejo Gelar Senam Bersama dan Jalan Sehat
Sambut HUT ke-81 Jateng, Disnakertrans Sediakan 4.817 Lowongan Kerja di Bursa Kerja
Kota Pasuruan Diserbu Ratusan Ribu Jamaah, Menjelang Puncak Haul Ke-45 KH. Abdul Hamid
Peringatan Maulid Nabi di Mlandingan: Rajut Religiusitas di Momentum Agustusan
Keruk Tebing untuk Kebun Sawit, Penimbunan Lubang Irigasi Desa Sidomukti Dipertanyakan
Bupati PALI Dipanggil KPK, Pemkab: Hanya Saksi, Masyarakat Jangan Berspekulasi
DPD II Golkar Tubaba Serahkan Surat Tugas LO dan Tim Teknis ke KPU dan Bawaslu
Reses di Dua Tiyuh, Legislator Golkar Putra Jaya Umar Perjuangkan Usulan Infrastruktur Warga
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Memeriahkan HUT ke-81 RI, Pemerintah Tiyuh Sumber Rejo Gelar Senam Bersama dan Jalan Sehat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:37 WIB

Sambut HUT ke-81 Jateng, Disnakertrans Sediakan 4.817 Lowongan Kerja di Bursa Kerja

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Kota Pasuruan Diserbu Ratusan Ribu Jamaah, Menjelang Puncak Haul Ke-45 KH. Abdul Hamid

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Peringatan Maulid Nabi di Mlandingan: Rajut Religiusitas di Momentum Agustusan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Keruk Tebing untuk Kebun Sawit, Penimbunan Lubang Irigasi Desa Sidomukti Dipertanyakan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:36 WIB

Bupati PALI Dipanggil KPK, Pemkab: Hanya Saksi, Masyarakat Jangan Berspekulasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:50 WIB

DPD II Golkar Tubaba Serahkan Surat Tugas LO dan Tim Teknis ke KPU dan Bawaslu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Reses di Dua Tiyuh, Legislator Golkar Putra Jaya Umar Perjuangkan Usulan Infrastruktur Warga

Berita Terbaru