PASURUAN, realitapublik.id — Belum genap sepekan diresmikan, Jembatan Buk Wedi di Kota Pasuruan yang menjadi bagian penting jalur penghubung Surabaya–Probolinggo mendadak menuai sorotan tajam. Proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah tersebut kedapatan mengalami keretakan pada struktur tangga bawah, memicu dugaan pengerjaan yang mengabaikan mutu dan spesifikasi teknis.

Keretakan pada sejumlah anak tangga ini dinilai janggal oleh publik. Pasalnya, area tersebut merupakan akses khusus bagi pejalan kaki yang praktis tidak pernah dilintasi oleh kendaraan berat. Kerusakan dini pada fasilitas berbeban ringan ini pun memicu berbagai spekulasi negatif di tengah masyarakat.
“Peresmian pembukaan jalan baru dilakukan pada Kamis (9/9/2026), tapi kok sudah retak-retak begini? Pengerjaannya terkesan asal jadi,” ujar salah seorang wartawan saat meninjau langsung lokasi Jembatan Buk Wedi.
Sorotan tajam turut diarahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan selaku instansi penanggung jawab mega proyek tersebut. Selain itu, inspeksi mendadak (sidak) yang sempat digelar Komisi III DPRD Kota Pasuruan juga dipertanyakan efektivitasnya, lantaran dinilai minim ketelitian dan terkesan sebatas formalitas seremonial.
Guna memenuhi prinsip keterbukaan dan pemberitaan yang berimbang, media ini masih berusaha mengonfirmasi pihak kontraktor pelaksana serta pemenang tender proyek guna meminta klarifikasi resmi terkait kerusakan dini tersebut.
Penulis : Gib
Editor : Red






