Kaya Sejarah Lisan, Desa Curahsuri Jatibanteng Rawat Kisah Para Tokoh Pembabat Alas

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaya Sejarah Lisan, Desa Curahsuri Jatibanteng Rawat Kisah Para Tokoh Pembabat Alas

i

Kaya Sejarah Lisan, Desa Curahsuri Jatibanteng Rawat Kisah Para Tokoh Pembabat Alas

SITUBONBO, realitapublik.id — Langkah kaki berderap di atas tanah perbukitan Kecamatan Jatibanteng. Di balik rimbunnya vegetasi pedalaman Situbondo, Desa Curahsuri menyimpan teka-teki masa lalu yang belum sepenuhnya terhimpun dalam aksara, bahkan seolah bisu di jagat digital.

Secara administratif, desa yang berdiri kokoh di atas bentang alam menantang ini terbagi menjadi empat dusun. Yakni Dusun Curahsuri Atas, Dusun Tanjung, Tegal Tengah, dan Lindut.

Dua Versi Toponimi: Antara Alam dan Manusia

Secara toponimi, nama Curahsuri merupakan cermin dari perpaduan alam dan sejarah manusianya. Kata “Curah” menjadi penanda geografis yang jelas—menggambarkan lanskap wilayah yang dipenuhi alur lembah, jurang alami, dan aliran sungai yang membelah perbukitan Jatibanteng.

Baca Juga :  Seolah Kebal Hukum, Lapak Obat Keras Belakang Pasar Laladon Masih Bebas Beroperasi

Sementara untuk kata “Suri”, masyarakat setempat memiliki dua versi cerita tutur:

• Versi Pertama: Berasal dari kisah seorang musafir yang berteduh di tengah derasnya hujan pada waktu suri (sunyi/sore).

• Versi Kedua: Merujuk pada aliran sungai setempat yang bercabang menyerupai bentuk sisir rambut kuno (suri).

Namun, bagi masyarakat setempat, kata “Suri” lebih dari sekadar kondisi alam. Nama itu adalah penghormatan abadi untuk sang perintis jalan yang dalam tradisi kultural Jawa-Madura dikenal sebagai Buju’ Suri (Kiai Suri).

Hidup Lewat Tradisi Tutur Empat Tokoh

Meski mesin pencari digital tidak menyimpan dokumen silsilah kepala desa pertama atau nama lengkap Buju’ Suri, sejarah itu tidak pernah hilang. Kisah mereka dirawat dengan takzim melalui tutur lisan dari generasi ke generasi oleh para sesepuh desa.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Pekalongan Sumar Rosul: Media Punya Peran Strategis Kawal Demokrasi

Menurut cerita sesepuh, Desa Curahsuri pertama kali dibabat oleh empat tokoh spiritual (santri) besar:

1. Buju’ Biretakramah

2. Buju’ Misei

3. Buju’ Majapahit

4. Buju’ Minah

Keempat tokoh ini diyakini sebagai penembus keangkuhan hutan belantara Jatibanteng. Mereka mengubahnya menjadi pemukiman yang berdenyut, sekaligus menanamkan fondasi syiar Islam.

Keturunan dari para pembabat alas inilah yang kemudian dipercaya memimpin desa sebagai petinggi pertama melalui karisma moral mereka.

Keterkaitan dengan Migrasi Madura dan Raden Bagus Kasim

Jejak sejarah lokal menunjukkan bahwa babat alas di kawasan Jatibanteng berkelindan erat dengan arus migrasi masyarakat Madura dan pengaruh Raden Bagus Kasim (Ki Pateh Alos) dari Besuki pada abad ke-18.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Memburuk, Kualitas Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

Kini, rahasia nama lengkap sang perintis dan silsilah para pemegang maklumat pertama di Curahsuri tersimpan rapat di dua tempat: di dalam Buku Induk Desa kuno yang tersimpan di lemari arsip Kantor Balai Desa, serta di bawah keteduhan pohon-pohon besar yang menaungi makam keramat (buju’) setempat.

Juru kunci makam dan tetua dusun adalah para penjaga gerbang waktu desa ini. Bersimpuh mendengar dongeng sejarah dari mereka adalah satu-satunya cara untuk menghidupkan kembali kisah para Buju’ agar tak sekadar menjadi nama desa, melainkan tetap hidup sebagai pahlawan di hati warganya.(*)

Penulis : Hakim/Hakim

Berita Terkait

Geger! Buruh Cabut Singkong Temukan Mayat Bayi Laki-Laki di Abung Timur
Bina Desa UPN Jatim Dorong Penguatan UMKM Pakal melalui Empat Pilar Manajemen
Kebakaran di Perum PG Olean, Hanguskan Perabotan Rumah Akibat Puntung Rokok
Tiga Momentum dalam Satu Acara: Desa Curahsuri Bakal Gelar Pengajian Umum Akbar Besok Malam
Cegah Kepunahan Sejarah, LSPB Dorong Dokumentasi Tradisi Lisan Curahsuri
Dosen UPN Veteran Jatim: Seleksi Atlet POPDA Harus Objektif dan Bisa Ditelusuri
Proyek Pemeliharaan Irigasi di Tiyuh Daya Asri Tubaba Disorot: Dikerjakan Asal-Asalan dan Tanpa Papan Informasi
Penuh atutias dan semangat, Sukamto S.Pd.I menggelar Do’a bersama dan Bakso Terapi dan bekam bersama DPD Parthi Tubaba. menjaga kesehatan dan pengobatan di Tiyuh daya sakti Jelang Pilkati
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Geger! Buruh Cabut Singkong Temukan Mayat Bayi Laki-Laki di Abung Timur

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Bina Desa UPN Jatim Dorong Penguatan UMKM Pakal melalui Empat Pilar Manajemen

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Kebakaran di Perum PG Olean, Hanguskan Perabotan Rumah Akibat Puntung Rokok

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Tiga Momentum dalam Satu Acara: Desa Curahsuri Bakal Gelar Pengajian Umum Akbar Besok Malam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Kaya Sejarah Lisan, Desa Curahsuri Jatibanteng Rawat Kisah Para Tokoh Pembabat Alas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Dosen UPN Veteran Jatim: Seleksi Atlet POPDA Harus Objektif dan Bisa Ditelusuri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Proyek Pemeliharaan Irigasi di Tiyuh Daya Asri Tubaba Disorot: Dikerjakan Asal-Asalan dan Tanpa Papan Informasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Penuh atutias dan semangat, Sukamto S.Pd.I menggelar Do’a bersama dan Bakso Terapi dan bekam bersama DPD Parthi Tubaba. menjaga kesehatan dan pengobatan di Tiyuh daya sakti Jelang Pilkati

Berita Terbaru