Kiai Kampung Bakal Gelar Doa Bersama dan Undang Presiden Terpilih Prabowo Subianto 

- Jurnalis

Jumat, 7 Juni 2024 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Mujadalah Kiai Kampung, Dr Satya Widya Yudha.

Pengurus Mujadalah Kiai Kampung, Dr Satya Widya Yudha.

JAKARTA – Mujadalah Kiai Kampung (MKK) akan menggelar doa bersama dan Tazkirah (pemberitahuan/pengingat) yang akan diikuti oleh para ulama dan kiai Kampung se-Indonesia.

 

Acara akan dilaksanakan di Malang dan akan diikuti secara online di puluhan daerah di Indonesia.

 

Diupayakan hadir dalam acara itu, Presiden terpilih Prabowo Subianto.

 

Menurut Pengurus Mujadalah Kiai Kampung, Dr Satya Widya Yudha, Kamis 6 Juni 2024, saat mendampingi penggagas Mujadalah Kiai Kampung, Habib Najib Salim Atamimi, bahwa doa bersama dan Tazkirah itu akan digelar di Kastil Atamimi, Kota Malang, pada 9 Juni 2024, pada pukul 09.00 WIB.

 

Menurut Satya, sebelumnya Mujadalah Kiai Kampung menggelar acara pertemuan dengan beberapa calon Presiden.

 

Hadir dalam pertemuan itu, calon Presiden Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

 

Keduanya menjabarkan visi misi dan programnya jika terpilih jadi Presiden.

Baca Juga :  Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK

 

Untuk Prabowo Subianto, yang kini terpilih jadi Presiden RI, banyak menyampaikan soal pengelolaan kekayaan alam Indonesia untuk kesejahteraan rakyat dan negara.

 

“Program yang dijanjikan itu, mulai terlihat dan direalisasikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan nantinya akan berlanjut ke Presiden terpilih Pak Prabowo Subianto,” kata di Jakarta dalam siaran tertulisnya.

 

 

Langkah tersebut jelas Satya, disambut baik oleh banyak pihak. Terutama oleh Mujadalah Kiai Kampung (MKK).

 

Pengelolaan kekayaan alam atau izin tambah juga sudah diberikan kepada badan usaha milik organisasi masyarakat atau keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

 

 

“Jika dikelola oleh badan usaha, jelas akan dikelola secara profesional. Dampaknya jelas pada kesejahteraan rakyat,” kata Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia periode 2020-2025 ini.

 

Di organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah, ada lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, dan lembaga pengentasan kemiskinan.

Baca Juga :  EVP Bantuan Hukum PLN 'Double Job' Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?

 

Jika ormas sudah mengelola kekayaan alam Indonesia dengan baik dan profesional, jelas akan berefek pada kesejahteraan rakyat.

 

“Hal itu sudah salah satu realisasi dari janji atau komitmen Presiden terpilih Pak Prabowo Subianto untuk menyejahterakan rakyat dan menambah pendapatan negara melalui pajak atau non pajak. Angin segar ini harus disambut baik dan dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelas Satya.

 

Diketahui, dalam pertemuan pertama Mujadalah Kiai Kampung ada resolusi Kiai Kampung diantarnya, Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat desa dalam proses perencanaan pembangunan daerah, melalui dialog dan konsultasi publik yang intensif, serta menerapkan mekanisme umpan balik yang memungkinkan masyarakat untuk memberikan masukan dan pendapat dari masyarakat.

 

Mekanisme tersebut bisa diwujudkan berupa pembentukan badan atau lembaga khusus yang menjadi kanal dan jembatan bagi proses komunikasi dua arah yang sehat dan bermartabat di lingkup istana dan episentrum pemerintahan.

Baca Juga :  Resmi! Pemerintah Terapkan WFH bagi ASN Setiap Jumat Guna Efisiensi Energi Nasional

 

Hal tersebut dimaksudkan untuk lebih membantu mengefektifkan peran kementerian dan lembaga yang secara resmi mendapatkan tugas dan fungsi mengatasi kemiskinan di pedesaan.

 

Dengan mengimplementasikan solusi tersebut, terutama dalam jangka pendek pemerintahan, diharapkan perencanaan pembangunan daerah dapat menjadi lebih efektif dan berdampak positif bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat di pedesaan agar benar-benar tercapai tujuan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

 

“Dalam doa bersama dan Tazkirah ini, para ulama, tokoh-tokoh, serta Kiai Kampung di Indonesia mendoakan pemerintahan baru bisa lebih baik dalam menjalankan tugas negara. Membawa berkah dan kesejahteraan bagi rakyat dan negara. Kekayaan alam Indonesia bisa dikelola dengan baik untuk kepentingan rakyat dan negara,” tegas Satya. (*)

Penulis : Saiful

Berita Terkait

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan
21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis
Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat
Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya
Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK
KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 13 Perjalanan Kereta Daop 4 Semarang Dialihkan ke Jalur Utara
KKP: Program Strategi Nasional, Tambak Nila Tidak Memiskinkan Masyarakat 
EVP Bantuan Hukum PLN ‘Double Job’ Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 15:23 WIB

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan

Jumat, 10 April 2026 - 08:25 WIB

21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis

Kamis, 9 April 2026 - 12:15 WIB

Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat

Rabu, 8 April 2026 - 15:09 WIB

Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya

Rabu, 8 April 2026 - 14:54 WIB

Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK

Rabu, 8 April 2026 - 09:59 WIB

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 13 Perjalanan Kereta Daop 4 Semarang Dialihkan ke Jalur Utara

Rabu, 8 April 2026 - 08:55 WIB

KKP: Program Strategi Nasional, Tambak Nila Tidak Memiskinkan Masyarakat 

Selasa, 7 April 2026 - 16:22 WIB

EVP Bantuan Hukum PLN ‘Double Job’ Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?

Berita Terbaru