Pilkada Kebumen Ricuh, AKBP Recky Turunkan Personel Pengamanan Terlatih dalam Simulasi

- Jurnalis

Rabu, 21 Agustus 2024 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Polres Kebumen saat latihan simulasi pengamanan Pilkada.

i

Personel Polres Kebumen saat latihan simulasi pengamanan Pilkada.

KEBUMEN, realitapublik.id – Menjelang Pilkada 2024, Polres menggelar latihan simulasi pengamanan Pilkada mulai dari situasi tenang hingga anarkis. Simulasi pengamanan dilaksanakan di halaman Mapolres dengan dihadiri oleh Forkopimda, Selasa, 20 Agustus 2024.

 

Kapolres Kebumen AKBP Recky mengungkapkan, simulasi yang dilaksanakan merupakan salah satu persiapan Polres Kebumen dalam melaksanakan pengamanan Pilkada.

 

“Simulasi ini dilakukan secara berkala, agar para personel faham terkait tugas yang akan diemban sesuai eskalasi ataupun situasi di lapangan. Latihan ini untuk menyatukan pola pikir dalam menghadapi konflik dan situasi kontijensi pada Pilkada 2024,” jelas AKBP Recky.

Baca Juga :  Diterjang Angin Kencang, Sebuah Bangunan Dapur Milik Lansia di Situbondo Roboh

 

Menurut AKBP Recky, simulasi ini menjadi hal yang penting untuk dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel menghadapi potensi gangguan Pemilu, sehingga menangani situasi anarkis.

 

Simulasi bertajuk pelatihan sistem pengamanan kota (Sispamkota) juga bertujuan agar pesta demokrasi tetap berjalan aman dan tertib di wilayah Kebumen.

 

AKBP Recky menjelaskan, pada tahapan pengamanan pemilu ada beberapa eskalasi pengamanan, mulai dari pengamanan situasi kondusif hingga anarkis yang perlu diwaspadai.

 

Simulasi dilakukan semirip mungkin dengan situasi di lapangan. Beragam skenario, termasuk menghadapi kericuhan masa yang dipicu tidak mengakui hasil Pemilu 2024 hingga menginginkan Pemilu diulang diperagakan apik oleh petugas gabungan siang ini.

Baca Juga :  Keberadaan Suwardi Masih Misteri, Tim SAR Hentikan Pencarian di Hutan Baluran Setelah Seminggu

 

Simulasi berawal dari informasi yang diterima Satuan Intelkam bahwa ada kelompok masyarakat merasa tidak puas dengan hasil pemungutan suara di Kabupaten Kebumen. Lalu, Kapolres Kebumen memerintahkan personel agar mengamankan Kantor KPU Kebumen karena ada pergerakan masa.

 

Tak lama kemudian, satuan Dalmas bergegas melakukan pengamanan. Namun situasi semakin memanas tak terkendali sehingga dilakukan tindakan represif.

 

Dalam simulasi itu, sempat terjadi aksi lempar oleh masyarakat kepada personel Dalmas, sehingga kendaraan perintis water canon diterjunkan untuk membubarkan masa yang semakin bringas.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Permenaker No. 7 Tahun 2026 Batasi Outsourcing Hanya di 6 Bidang

 

Pada situasi itu masa berhasil dibubarkan. Namun, justru timbul masalah baru, mereka yang kurang puas nekat melakukan pengrusakan di tempat lain. Kemudian, kapolres memerintahkan Tim Penanggulangan Anarkis untuk mengamankan para pelaku melalui tindakan represif.

 

“Semoga Pilkada di Kebumen berjalan aman dan kondusif. Sehingga simulasi yang kita laksanakan hanya sebagai rangkaian latihan untuk meningkatkan kemampuan personel di lapangan sehingga semakin terlatih,” pungkas Kapolres.(*)

Penulis : Wahyudin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Permenaker No. 7 Tahun 2026 Batasi Outsourcing Hanya di 6 Bidang
Polemik Relokasi PKL Sorogenen: Pedagang Siap Ditata, Tapi Desak Penegakan Hukum Tak “Tebang Pilih”
Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Ketua LSM TRINUSA Tubaba Ajak Semua Elemen Jaga Kedaulatan Jurnalis
Bareskrim Polri Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, 2 Tersangka Diamankan
Polres PALI Ringkus IRT Pengedar Ekstasi, 30 Butir Pil Berbagai Logo Disita
Gubernur Ahmad Luthfi Temui Massa May Day di Semarang, Klaim Investasi Jateng Aman
Berharap Tak Ada “Kedzaliman”, Pedagang Pasar Sorogenen Gelar Istighosah
Gelar Reses bersama Masyarakat Grati, Misbakhun: Subsidi Jadi “Tameng” Rakyat Hadapi Kenaikan Harga Global
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:01 WIB

BREAKING NEWS: Permenaker No. 7 Tahun 2026 Batasi Outsourcing Hanya di 6 Bidang

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:53 WIB

Polemik Relokasi PKL Sorogenen: Pedagang Siap Ditata, Tapi Desak Penegakan Hukum Tak “Tebang Pilih”

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:56 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Ketua LSM TRINUSA Tubaba Ajak Semua Elemen Jaga Kedaulatan Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:31 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, 2 Tersangka Diamankan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:54 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Temui Massa May Day di Semarang, Klaim Investasi Jateng Aman

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:20 WIB

Berharap Tak Ada “Kedzaliman”, Pedagang Pasar Sorogenen Gelar Istighosah

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:14 WIB

Gelar Reses bersama Masyarakat Grati, Misbakhun: Subsidi Jadi “Tameng” Rakyat Hadapi Kenaikan Harga Global

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:14 WIB

Pupuk Subsidi “Disekap” Aturan, Petani Bungatan Menjerit: “Kaule Tak Bisa Ngobengi Puthok”

Berita Terbaru