Gerak Cepat Kalaksa BPBD Kebumen Tangani Tanah Longsor di Bojongsari

- Jurnalis

Sabtu, 2 November 2024 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalaksa BPBD Kebumen, Udi Cahyono, bersama tim, didampingi Ketua Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Kebumen dan tokoh masyarakat, meninjau lokasi tanah longsor di sebelah TPU Dusun Banjaran, Desa Bojongsari, Kecamatan Aliran.(Foto: realitapublik.id)

i

Kalaksa BPBD Kebumen, Udi Cahyono, bersama tim, didampingi Ketua Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Kebumen dan tokoh masyarakat, meninjau lokasi tanah longsor di sebelah TPU Dusun Banjaran, Desa Bojongsari, Kecamatan Aliran.(Foto: realitapublik.id)

Kebumen, realitapublik.id – Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kebumen, Udi Cahyono meninjau lokasi tanah longsor di sekitaran TPU di Dusun Banjaran RT 04 RW 05, Desa Bojongsari, Kecamatan Aliran, Sabtu (02/11/2024) siang.

 

Kalaksa BPBD Kebumen turun ke lokasi longsor bersama tim, setalah menerima informasi bahwa di desa tersebut telah terjadi longsor dan warganya mencium bau busuk menyengat.

 

Ketika meninjau lokasi tanah longsor, Kalaksa bersama tim BPBD Kebumen didampingi Ketua Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Kebumen dan sejumlah tokoh masyarakat Dukuh Banjaran Desa Bojongsari.

Baca Juga :  Sembilan Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU Resmi Ditetapkan di Tambakberas

 

Menurut hasil identifikasi Kalaksa bersama tim BPBD Kebumen, bahwa di lokasi sebelah area makam terdapat badan air yang terbentuk secara alami (parit alami), tekstur tanahnya gembur.

 

“Kondisi tekstur tanah yang gembur dan di samping makam terdapat parit alami, memang rawan longsor,” ungkap Kalaksa, Udi Cahyono.

 

Untuk penanganannya, BPBD Kebumen siap bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.

 

Pihak BPBD menyediakan bantuan berupa bronjong kawat. Sedangkan untuk pemasangan bronjong kawat yang membutuhkan batu berikut tenaga pekerja, pihak pemerintah desa setempat yang menyediakan.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Oknum Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Diduga Berselingkuh

 

“Gunanya bronjong kawat itu nantinya dapat memperkuat tebing supaya tidak terjadi longsor dan erosi saat hujan deras terjadi,” jelasnya.

 

Dalam hal ini, BPBD Kebumen menunggu langkah Pemerintah Desa Bojongsari, apakah ada rencana mau dibronjong atau tidak di lokasi rawan longsor tersebut.

 

“Mudah mudahan ini bisa menjadi penanganan dan kolaborasi antara BPBD Kabupaten Kebumen dengan Pemerintah Desa Bojongsari,” ucapnya.

 

Sementara itu, Ketua Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu, Wahyudin, mengapresiasi langkah nyata BPBD kabupaten Kebumen yang tanggap dan cepat melakukan penanganan bencana.

Baca Juga :  Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Hujan Abu Tipis Jangkau Depok dan Bogor, Mitos Lokal Kembali Menyita Perhatian

 

“Luar biasa, penanganan bencana yang dilakukan BPBD sangat cepat. Dalam hitungan jam setelah menerima informasi ada tanah longsor, Kalaksa bersama tim BPBD langsung turun meninjau dan mengidentifikasi lokasi tanah longsor. Terimakasih kasih BPBD,” ungkap Wahyudin.

 

Ucapan terimakasih juga disampaikan warga masyarakat RT 04 RW 05 Dusun Banjaran Desa Bojongsari untuk BPBD Kabupaten Kebumen.

 

“Terima kasih bapak-bapak dari BPBD Kebumen yang langsung turun untuk meninjau tanah longsor di dukuh sini,” ungkap salah satu warga.

Penulis : Tim

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Kilas Balik HJB Ke-251: Merawat Napas Sejarah Kota Tua Besuki Sejak Era Ki Pate Alos
Riuh Benang di Sudut Alun-Alun Besuki: Cerita Pak Farid Bertahan di Antara Belasan Tukang Sol
Kunjungi Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Anggota DPRD Lampung Putra Jaya Umar Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan
Puluhan Jurnalis Resmi Polisikan Akun TikTok “Makmun Serba Guna” di Tulang Bawang
Terekam CCTV, Oknum Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Diduga Berselingkuh
Tepis Dakwaan Jaksa, Kubu Abdul Halim Minta Hakim Uji Alat Bukti di Persidangan
Darurat Kebakaran Hutan, BBKSDA Jatim Tutup Total Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang
Jaga Mutu Pembangunan, Pemkab Batang Aktifkan Kembali Program UHC pada Akhir 2026
Berita ini 202 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:04 WIB

Kilas Balik HJB Ke-251: Merawat Napas Sejarah Kota Tua Besuki Sejak Era Ki Pate Alos

Selasa, 8 September 2026 - 13:51 WIB

Kunjungi Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Anggota DPRD Lampung Putra Jaya Umar Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan

Selasa, 8 September 2026 - 13:39 WIB

Puluhan Jurnalis Resmi Polisikan Akun TikTok “Makmun Serba Guna” di Tulang Bawang

Selasa, 8 September 2026 - 09:56 WIB

Terekam CCTV, Oknum Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Diduga Berselingkuh

Senin, 7 September 2026 - 20:21 WIB

Tepis Dakwaan Jaksa, Kubu Abdul Halim Minta Hakim Uji Alat Bukti di Persidangan

Senin, 7 September 2026 - 20:07 WIB

Darurat Kebakaran Hutan, BBKSDA Jatim Tutup Total Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang

Senin, 7 September 2026 - 13:35 WIB

Jaga Mutu Pembangunan, Pemkab Batang Aktifkan Kembali Program UHC pada Akhir 2026

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Adian Napitupulu Tegaskan Tolak Kekerasan Terkait Konflik Agraria di Desa Sukajaya

Berita Terbaru