Lambannya Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Wates Kecamatan Lekok Oleh Polda Jatim, Hingga Penyidik Blokir Nomor Pelapor

- Jurnalis

Minggu, 10 November 2024 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, RealitaPublik – Proses penanganan Kasus Dugaan Korupsi Desa WATES, Kecamatan LEKOK, Kabupaten PASURUAN, Provinsi JAWA TIMUR, yang ditangani oleh Penyidik Unit l SubDit lll TiPidKor DitReskrimSus Polda Jatim, seakan-akan di ULUR-ULUR yang seolah dibuat LAMBAN dalam penangananya. LAPORAN masyarakat sejak pada tanggal 2 JANUARI 2023, dengan LAPORAN Hasil INVESTIGASI dalam bentuk Pengaduan Masyarakat (DuMas) Nomor:R/LI-229/RES.3.3/2023 ke Ditreskrimsus Polda Jatim.

Sampai sudah dilakukan gelar perkara pada tanggal 22 MARET 2024 dengan KESIMPULAN dan REKOMENDASI yang DITINGKATKAN dari PENYELIDIKAN ke PENYIDIKAN pada tanggal 6 April 2024. Sampai sudah dilakukan pemanggilan para SAKSI UTAMA sebanyak 43 SAKSI tapi hingga sampai sekarang belum ada kelanjutan sampai ada PENETAPAN TERSANGKA. Kamis, (7/11/24) Pimpinan Umum media KABARindonesiaONLINE.com bersama MASYARAKAT mendatangi Polda Jatim untuk menemui Penyidik Unit l Subdit lll TIPIDKOR (Tindak Pidana Korupsi) Ditreskrimsus Polda Jatim Iptu. INDRA DeviAnto, SH.

Baca Juga :  Kunjungi Exit Tol Situbondo, Wapres Gibran Pacu Percepatan Investasi Koridor Jatim

Namun sangat DISAYANGKAN Iptu. INDRA DeviAnto, SH yang sebelumnya sudah membuat JANJI untuk BERTEMU setelah ISOMAH (Istirahat, Sholat dan Makan Siang) ternyata ENGGAN untuk menemui yang katanya masih SIBUK, “Sorry mas aku sik REPOT ini RAPAT, “balas pesan Iptu INDRA lewat WhatsApp (WA). Di tempat yang sama NUR yang pada saat itu ikut HADIR, mensesalkan SIKAP dari Penyidik Unit l Subdit lll TIPIDKOR DitResKrimSus Polda Jatim tersebut yang tidak KOPERATIF.

“Saya langsung MENGHUBUNGI dan mungkin karena KESIBUKAN yang tidak dapat DIGANGGU itu Nomor Ponsel (NorSel) PELAPOR diduga malahan DIBLOKIR. Kemungkinan tidak BERANI menemui diduga ada beberapa hal, mungkin ada INTERVENSI dari ATASAN atau OTORITAS tertinggi para Penegak Hukum, “ucap NUR selaku PELAPOR dan bisa juga karena adanya dugaan seolah PENYIDIK berusaha MEMPERAS pihak yang BERPERKARA agar MEMPELAMBAT proses PENYIDIKAN, “ucap NUR.

Baca Juga :  Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik Kuartal III 2026 demi Stabilitas Ekonomi

Ia melanjutkan, “atau dugaan lain juga dapat TERJADI karena PENYIDIK diduga telah menerima SUAP dari pihak BERPERKARA dengan dilakukan secara langsung oleh PENYIDIK atau pihak lain karena pada saat saya menghubungi pak INDRA ini untuk menanyakan tentang kelanjutan KASUS Dugaan KORUPSI Dana Desa (DanDes) WATES LEKOK dengan pertanyaan, NGAPUNTEN, mas, apa SAMPEYAN sudah TERKONDISIKAN, setelah TERBACA oleh pak INDRA Devianto, SH itu eh langsung MEMBLOKIR norsel WA saya, “lanjut NUR

Baca Juga :  Dinilai Berlebihan, Ketua IWO Lampung Tolak Penghargaan dari Polda

DIBERITAKAN sebelumnya, MAHKRUS Kepala Desa WATES, Kecamatan LEKOK, Kabupaten PASURUAN telah DILAPORKAN masyarakat ke DITRESKRIMSUS Polda Jatim karena DIDUGA telah MEMANIPULASI pengadaan pembelian SAPI PERAH dengan cara diduga SEWA SAPI TETANGGA dan SAPI tetangga yang DISEWA sebanyak 22 EKOR sapi dengan harga sewa setiap sapi 1 juta, padahal sudah DIANGGARANKAN dari DD dengan harga satuan yang FANTASTIS senilai Rp 20,000,000 per sapi dengan total anggaran Rp. 440,000,000 yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) tahun 2022 dan pekerjaan PEMELIHARAAN Jalan Paving yang DIDUGA tidak DIREALISASIKAN atau DIFIKTIFKAN oleh Sang Kades. (Team)

Berita Terkait

Kawal Pilkati Serentak 2026, Tim Sub Kecamatan Tumijajar Monitoring Lima Tiyuh
Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas dan KSP ke Anak Binaan: Masa Depan Kalian Masih Cerah
Satu Dekade Lebih Menanti, Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Warga Pasuruan Sukseskan Nobar di Yonzipur 10
LSM HARIMAU Bakal Bangun RS Harapan Rakyat Indonesia Maju di Banjarnegara, Fokus Pelayanan Masyarakat Kecil
Abaikan Palang Pintu, Seorang Warga Batang Tewas Tertemper Kereta Api Kamandaka
Tulus Majukan Tiyuh Marga Asri, Susilo Widodo Mantap Mantapkan Diri Maju Pilkati
Polres Pekalongan Kota Ungkap Motif Penusukan Maut di Kuripan Kertoharjo, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara
23 PCNU Jawa Tengah Usung Gus Yusuf Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35
Berita ini 345 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:39 WIB

Kawal Pilkati Serentak 2026, Tim Sub Kecamatan Tumijajar Monitoring Lima Tiyuh

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:44 WIB

Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas dan KSP ke Anak Binaan: Masa Depan Kalian Masih Cerah

Senin, 20 Juli 2026 - 18:06 WIB

LSM HARIMAU Bakal Bangun RS Harapan Rakyat Indonesia Maju di Banjarnegara, Fokus Pelayanan Masyarakat Kecil

Senin, 20 Juli 2026 - 17:27 WIB

Abaikan Palang Pintu, Seorang Warga Batang Tewas Tertemper Kereta Api Kamandaka

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Tulus Majukan Tiyuh Marga Asri, Susilo Widodo Mantap Mantapkan Diri Maju Pilkati

Senin, 20 Juli 2026 - 16:38 WIB

Polres Pekalongan Kota Ungkap Motif Penusukan Maut di Kuripan Kertoharjo, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Senin, 20 Juli 2026 - 11:05 WIB

23 PCNU Jawa Tengah Usung Gus Yusuf Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:20 WIB

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Artikel Opini

Gedung Kejaksaan Prioritas Siapa?

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:25 WIB