Pasien Anak Penderita Muntaber di RSUD Kalisari Batang Meningkat 

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu ruangan RSUD Kalisari, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terlihat sudah penuh pasien. (Photo: Feri Eka S/ realitapublik.id) 

i

Salah satu ruangan RSUD Kalisari, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terlihat sudah penuh pasien. (Photo: Feri Eka S/ realitapublik.id) 

BATANG realitapublik.id — Jumlah pasien anak penderita muntaber di RSUD Kalisari Batang, dilaporkan terus meningkat. Peningkatan signifikan jumlah pasien ini bahkan membuat ruang perawatan khusus anak di RSUD Kalisari Batang, yakni Ruang Flamboyan, tidak lagi mampu menampung.

 

Dokter Tan Evi Susanti, Sp.A (K) menyebutkan, bahwa data pasien anak dengan diagnosis diare yang tercatat di RSUD Kalisari Batang sudah mencapai 35 pasien. ,Jumlah ini membuat pihak rumah sakit harus memindahkan sebagian pasien ke bangsal atau ruang rawat inap lain yang kamarnya belum terisi, seperti Ruang Mawar dan Kenanga.

Baca Juga :  Skandal Jual Beli Kios Pasar Among Tani, Mantan Kepala UPT Jadi Tersangka, Isyaratkan Ada Pelaku Lain

 

“Pasien sampai menempati ruang atau bangsal lain yang kamarnya belum terisi”, seperti Ruang Mawar, Kenanga,” ujar dr.Tan Evi Susanti, Sp.A (K) RSUD Kalisari Batang, Jumat 17 Oktober 2025.

Baca Juga :  Digerebek di Gudang, Empat Komplotan Pengedar Sabu di PALI Diringkus Polisi

 

Peningkatan pasien muntaber ini mulai terjadi sejak sepekan yang lalu. Rata-rata pasien yang masuk hampir setiap hari terdiagnosa diare. “Untuk saat ini, pasien terdiagnosa muntaber ada sekitar 35 pasien lebih yang dirawat di RSUD Kalisari Batang,” ujar dr. Evi, saat menyebutkan jumlah pasien.

Baca Juga :  Sebelum Akad Nikah, Catin di Jatibanteng Situbondo Kini Jalani Inovasi ‘SELAMETAN

 

Kata dr. Evi, biasanya pasien yang harus menjalani rawat inap adalah mereka yang kondisinya sudah semakin memburuk dikarenakan terlambat mendapatkan penanganan dari tim medis dan pengobatan. “Hal ini terjadi karena kebiasaan orang tua yang kerap menyepelekan gejala awal pada penyakit diare,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Feri Eka S

Editor : Red

Berita Terkait

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap
Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta
Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang
Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan
IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026
SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir
Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru
Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:08 WIB

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap

Kamis, 24 September 2026 - 10:53 WIB

Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta

Kamis, 24 September 2026 - 08:30 WIB

Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang

Rabu, 23 September 2026 - 22:07 WIB

Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan

Rabu, 23 September 2026 - 12:34 WIB

SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir

Selasa, 22 September 2026 - 15:12 WIB

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga

Senin, 21 September 2026 - 23:33 WIB

Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan

Berita Terbaru