Jembatan Gantung Kedungkandang-Polehan Diresmikan Wali Kota, Segera Dipermanenkan

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana peresmian jembatan penghubung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (foto: Andy Billy realitapublik.id)

i

Suasana peresmian jembatan penghubung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (foto: Andy Billy realitapublik.id)

KOTA MALANG realitapublik.id – Akses mobilitas yang lama dinantikan warga dua kelurahan, Kedungkandang dan Polehan, di Kota Malang akhirnya terwujud. Jembatan gantung penghubung kedua wilayah tersebut telah resmi dioperasikan setelah diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Pembangunan jembatan ini menjadi solusi strategis untuk mempermudah mobilitas harian warga, khususnya ratusan pelajar yang menempuh pendidikan di antara kedua kelurahan.

Wali Kota Wahyu Hidayat menegaskan bahwa jalur penghubung ini “wajib dibuka” karena manfaatnya yang langsung dirasakan masyarakat, terutama siswa-siswi yang kini memiliki jalur yang lebih aman dan cepat menuju sekolah.

Baca Juga :  Babak Baru Pemerintahan Desa Selomukti: Dari Masa Transisi Menuju Kades Definitif

Selain aspek pendidikan dan mobilitas, Wali Kota Wahyu Hidayat menyoroti dampak positif jembatan gantung ini terhadap perputaran ekonomi lokal. Pembukaan akses ini diharapkan mampu mendorong transaksi dan aktivitas usaha masyarakat di kedua sisi sungai.

Meskipun saat ini jembatan gantung masih bersifat sementara, Wali Kota menjamin Pemkot Malang akan segera melakukan pembangunan untuk menjadikannya permanen dalam waktu dekat.

Komitmen jangka panjang ini semakin kuat dengan dukungan warga setempat yang bahkan telah menghibahkan lahan mereka di sekitar lokasi untuk memuluskan pembangunan lanjutan.

Faktor keamanan menjadi perhatian utama dalam pengoperasian jembatan. Wali Kota Wahyu mengungkapkan bahwa ia baru saja meninjau lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan (PUPR) dan menemukan kondisi tanah yang curam dan licin di area akses.

Baca Juga :  Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi

“Tiga hari lalu saya meninjau bersama Dinas PUPR. Kondisi tanahnya cukup curam dan licin, sehingga saya minta dibuatkan trap (tangga) di bagian tengah serta penghalang di sisi jalan menukik agar aman, khususnya bagi anak-anak sekolah,” jelasnya, menunjukkan penekanan pada keselamatan pengguna.

Pemkot Malang juga berencana memperkuat infrastruktur di Kelurahan Polehan dengan membangun fasilitas tambahan untuk mendukung keberadaan jembatan vital ini.

Secara teknis, jembatan gantung sementara ini dibangun menggunakan kayu akasia. Material ini diperkirakan memiliki daya tahan struktural hingga lima tahun, sementara masa manfaat keseluruhan jembatan diproyeksikan bisa mencapai 20 tahun.

Baca Juga :  Diwarnai Drama Pengejaran, Aksi Pencurian Minyak Mentah Pertamina di PALI Berhasil Digagalkan

Di akhir peresmian, Wali Kota menyampaikan terima kasih dan meminta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat infrastruktur ini. “Saya minta masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan ini,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Pemkot akan menganggarkan dana khusus untuk perawatan rutin. Jika terdapat kebutuhan perbaikan mendesak dan vital, masyarakat diimbau mengusulkannya melalui alokasi anggaran per RT yang telah disediakan sebesar Rp 50 juta.

Penulis : Bil

Editor : Red

Berita Terkait

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila
Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung
Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi
Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka
Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian
Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual
Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito
Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:52 WIB

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIB

Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WIB

Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 17:14 WIB

Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian

Selasa, 3 November 2026 - 13:36 WIB

Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual

Senin, 2 November 2026 - 14:22 WIB

Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito

Senin, 2 November 2026 - 12:33 WIB

Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK

Berita Terbaru