Janji Walikota Menguap, Warga Swadaya Perbaiki Jembatan Sonokembang

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

warga bergotongroyong memperbaiki jembatan Sonokembang (foto: Billy realitapublik.id)

i

warga bergotongroyong memperbaiki jembatan Sonokembang (foto: Billy realitapublik.id)

MALANG realitapublik.id – Kontras tajam terjadi di Kota Malang: Dua pekan setelah Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjanjikan penanganan cepat, Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, yang ambrol diterjang air bah, masih terbengkalai. Menilai lambannya respons pemerintah, warga setempat akhirnya turun tangan, berinisiatif memperbaiki jembatan secara swadaya.

 

Aksi gotong royong warga ini terekam dan viral di media sosial, dilengkapi narasi sindiran: “Selamat siang, mengabarkan dari Jembatan Sonokembang Pandanwangi. Karena dinas kesuen (kelamaan), warga berinisiatif.” Padahal, Jembatan Sonokembang adalah akses vital yang menjadi jalur utama transportasi bagi warga Pandanwangi menuju kawasan Blimbing dan sekitarnya.

Baca Juga :  Akselerasi Pendidikan Vokasi, Pemerintah Gulirkan Program Revitalisasi SMKN 3 Kotabumi

 

Jembatan Sonokembang ambrol pada Jumat (10/10/2025) sore setelah diguyur hujan deras, di mana fondasi yang sudah retak tidak mampu menahan derasnya arus sungai.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, sehari setelah kejadian, telah mengonfirmasi bahwa retaknya pondasi memang sudah dilaporkan.

Walikota Malang bersama Kadis PUPR meninjau lokasi

“Sebelumnya memang sudah ada laporan dari kelurahan terkait retaknya pondasi jembatan. Kami sudah melakukan asesmen dan memang perlu dilakukan perbaikan,” ujar Dandung, Jumat (10/10/2025) *.

 

Ia menjelaskan, debit aliran sungai yang kencang mengikis pondasi yang rapuh, menyebabkan keruntuhan. Pihak dinas saat itu memastikan penutupan total akses jembatan demi keselamatan warga.

Baca Juga :  Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!

 

Sehari setelah ambrol, Sabtu (11/10/2025), Wali Kota Wahyu Hidayat meninjau langsung lokasi. Ia menginstruksikan DPUPRPKP untuk segera melakukan kajian teknis mendalam dan mempercepat perencanaan perbaikan dengan mengalokasikan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

 

“Kami pastikan penanganan dilakukan secara serius dan cepat,” tegas Wahyu saat itu, menjelaskan bahwa ambrolnya fondasi baru jembatan disebabkan kombinasi curah hujan tinggi, tumpukan sampah, sedimen, dan benturan dahan pohon.

 

Namun, dua pekan setelah janji diucapkan dan kunjungan blusukan Wali Kota selesai, kondisi di lapangan masih tanpa aktivitas perbaikan dari Pemkot. Pagar jembatan masih terbuka sebagian, dan yang terlihat hanyalah inisiatif warga yang memperbaiki bagian ambrol menggunakan alat sederhana.

Baca Juga :  Aaf Wali Kota Pekalongan Sebut PBN 2026 Jadi Mesin Penggerak Ekonomi UMKM Lintas Daerah

 

Inisiatif warga ini menjadi simbol kekecewaan kolektif atas lambannya birokrasi dalam menangani fasilitas publik yang mendesak.

 

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah belum memberikan penjelasan terbaru mengenai progres perencanaan teknis maupun waktu pelaksanaan perbaikan permanen.

Warga berharap janji “penanganan cepat” dari Wali Kota diwujudkan dalam tindakan nyata dan tanggung jawab, bukan sekadar kunjungan dan dokumentasi semata, agar akses utama mereka segera kembali normal.

Penulis : Andi Billy

Editor : Chu

Berita Terkait

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila
Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung
Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi
Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka
Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian
Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual
Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito
Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:52 WIB

Mengawal Ekonomi Berkeadilan, Aprohan Jadi Pemateri Seminar Nasional Gema Jurnalistik FEB Unila

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Antisipasi Pemalsuan Status Perkawinan, Ribuan Blangko Nikah Dimusnahkan di Bandar Lampung

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIB

Gudang Solar Ilegal di Krapyak Lor Digerebek, Polisi Sita Hampir 10 Ton BBM Subsidi

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WIB

Dugaan Penyadapan Pejabat Tinggi Negara: Polri Tetapkan 3 Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 17:14 WIB

Menuntut Kepastian Hukum Satu Dekade, Sidang Praperadilan Kasus Mangkrak Lahan Bukir di PN Pasuruan Masuki Agenda Pembuktian

Selasa, 3 November 2026 - 13:36 WIB

Di Balik Korupsi 10 Proyek PALI: KPAK Desak Jaksa Bongkar Aktor Intelektual

Senin, 2 November 2026 - 14:22 WIB

Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito

Senin, 2 November 2026 - 12:33 WIB

Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK

Berita Terbaru