TULANG BAWANG BARAT (TUBABA) realitapublik.id – Proyek pembangunan drainase atau talut jalan provinsi di Tiyuh Daya Sakti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, disorot tajam publik karena diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Proyek drainase saluran air ini dikerjakan oleh kontraktor CV Aqsa Construction dengan nilai kontrak Rp99.339.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025. Proyek yang berlokasi di ruas Jalan Bandar Sakti – SP Daya Murni ini memiliki waktu pelaksanaan 90 hari kalender, terhitung sejak 6 September 2025.
Hasil pengamatan di lapangan dan keterangan dari pekerja menunjukkan adanya beberapa penyimpangan serius:
– Pelanggaran Teknis Pemasangan: Pemasangan batu drainase diduga kuat tidak memenuhi standar konstruksi. Pekerja mengklaim bahwa di bagian bawah dan senderan batu belakang drainase tidak diberi adukan semen. Adukan semen hanya diberikan untuk menutupi permukaan batu bagian atas dan depan saja.
– Pemasangan Melompat (Diloncat-loncat): Pekerja mengakui pemasangan drainase dilakukan secara terputus-putus atau melompat (diloncat-loncat). Alasannya, pengerjaan dilakukan secara manual dan para pekerja “tidak kuat ngeduknya” (menggali secara manual).
-Perubahan Lokasi: Awalnya, proyek direncanakan sepanjang 98 meter di sisi kiri dan 98 meter di sisi kanan. Namun, pelaksana proyek di lapangan memutuskan memindahkan seluruh pengerjaan ke sisi kanan saja, mengikuti arahan dari “kepalo dan masyarakat” setempat, dengan alasan menghindari banjir saat musim hujan.
Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menyatakan keraguan atas kualitas pengerjaan tersebut. “Mas, apa bisa tahan lama kalau drainasenya dikerjakan kayak gitu? Yang diberi adukan semen hanya nutupin pori-pori batu saja, atas sama depan saja. Seharusnya bawah didasari dengan adukan semen, lalu di dinding seharusnya diberi adukan semen, baru bisa bertahan lama,” ungkap warga tersebut.
Warga dan pekerja juga menyoroti minimnya pengawasan dari pihak pemborong/pengawas proyek yang berasal dari Provinsi. Pengawas jarang berada di lokasi, sehingga mutu dan kesesuaian spek pekerjaan tidak terkontrol.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak kontraktor dari CV Aqsa Construction dan pengawas proyek belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai penjelasan terkait dugaan kelalaian teknis dan perubahan lokasi pengerjaan.
Penulis : *Rody Sandra







